Rangkaian Tulisan pada Etika ODOJ (One Day One Juz) : Jalan ‘Cinta’ Para Penulis (Bagian 1 – Bersambung)


A. [16:25, 3/21/2015] Etika ODOJ : JALAN ‘CINTA’ PARA PENULIS (BAGIAN 1)

Aisya Avicenna

Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata, ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif, ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa.

Setiap orang sebenarnya mampu menulis. Seseorang yang buta huruf sekalipun, sebenarnya mampu menulis hanya saja ia tidak berlatih atau dilatih untuk menulis. Setiap manusia yang bisa menulis seharusnya bersyukur akan kemampuan tersebut. Allah SWT membekali setiap manusia dengan tiga potensi dasar yakni : ruh, akal, dan fisik. Manusia dibekali akal untuk berpikir. Salah satu cara untuk menuangkan buah pikiran adalah dengan menulis. Pikiran merupakan unsur yang paling mendukung dalam menulis. Bisa dikatakan bahwa menulis adalah proses berpikir paling kreatif. Dengan menulis, kita bisa menumpahkan semua beban perasaan kita, sehingga pikiran yang sebelumnya terasa keruh akan bisa menjadi jernih. Selain itu, kita bisa berbagi pengetahuan kepada orang lain sehingga tulisan kita bisa mendatangkan manfaat bagi sesama. Itulah esensi dari suatu ibadah dan menulis adalah salah satu amal ibadah.

Walaupun kelihatannya mudah, pada praktiknya tidak semua orang mudah melakukan aktivitas menulis ini. Banyak di antaranya yang justru mengalami kesulitan ketika hendak menulis. Terkadang mereka mengalami kebuntuan ide/gagasan, enggan/malas, merasa tidak berbakat, tidak mampu atau tidak kompeten, takut, dan lain-lain. Jika kita ingin menjadi penulis andal yang produktif berkarya, maka semua hambatan ini harus dikikis habis.

Menjadi seorang penulis andal memang butuh perjuangan. Seorang penulis juga harus melewati beragam proses yang tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Setiap proses yang ditapaki penuh dengan konsekuensi.Menjadi seorang penulis andal bukan sesuatu yang tidak mungkin dicapai, namun memerlukan kesungguhan dan kerja keras.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seseorang yang ingin menjadi penulis hebat nan inspiratif. Kuncinya adalah ‘CINTA’.

[C]ukuplah Allah sebagai Tujuan

Islam memandang manusia sebagai makhluk yang mulia. Lalu, apa tugas manusia sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Allah SWT?

Allah SWT menerangkan bahwa tugas manusia di bumi adalah untuk beribadah.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.” (QS. Adz-Dzariyat [56] : 57).

Ibadah dalam Islam mencakup seluruh aspek kehidupan. Melaksanakan semua perintah yang tertulis dalam Alquran dan As Sunnah serta menjauhkan larangan yang tertulis di dalam keduanya adalah ibadah. Ibadah mencakup semua aktivitas manusia bila diiringi dengan niat yang benar untuk mencapai ridha Allah SWT. Sholat, zakat, dan infaq adalah ibadah. Sampai-sampai memalingkan mata dari pandangan yang haram pun termasuk ibadah. Tak ada pemisahan antara ibadah dan aktivitas keduniaan dalam Islam. Semua perbuatan menjadi ibadah di sisi Allah SWT bila diniatkan semata-mata untuk mencari dan mencapai ridha-Nya.

Hadist 1 Arba’in berikut menjadi pengingat akan esensi niat dalam setiap amal kita.

Dari Amirul Mu’minin Abi Hafsh Umar ibn Al Khaththaab Radhiyallahu‘Anhu, berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya amal-amal itu bergantung kepada niatnya. Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang ia niatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang dikejarnya atau wanita yang hendak ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia (niatkan) hijrah kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, dalam pandangan Islam, nilai suatu perbuatan dilandasi oleh niat, bukan hasil. Hasil suatu perbuatan berada di tangan Allah SWT. Oleh karena itu, ganjaran perbuatan seseorang tidak tergantung pada hasil, tetapi pada niat yang ada di dalam hati. Niat yang benar harus dilanjutkan dengan amal yang benar pula. Setelah niat lurus, amal yang dilakukan pun tidak boleh melanggar rambu-rambu. Tidak ada kamus ‘menghalalkan segala cara’ dalam mencapai keinginan. Seorang muslim tidak dibenarkan menggunakan cara yang tidak disukai Allah SWT demi mengapai tujuan dan cita-cita.

Demikian halnya dengan menulis. Aktivitas menulis akan bernilai ibadah jika diniatkan semata-mata mencari ridha Allah SWT. Merangkai kata dengan menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan merupakan visi mulia seorang penulis. Ia menegakkan kalimat Allah SWT melalui pena dan menuliskan bait demi bait kebenaran, berharap banyak yang akan terinspirasi untuk senantiasa berbuat baik. Tiada balasan yang lebih pantas untuk sebuah kebaikan selain kebaikan pula. Hendaknya setiap penulis selalu memperbarui niat, jangan sampai kehilangan orientasi dalam menulis.

Selayaknya setiap penulis meyakinkan diri bahwa ia menulis untuk menebarkan kebaikan, saling mengingatkan, dan tentunya mengharapkan ridha-Nya.

Saat menulis, jangan berharap adanya popularitas dan keuntungan finansial semata. Memang, dengan menulis hal itu bisa saja didapatkan.

Menulis dapat menjadi suatu amal yang sangat bermanfaat dan investasi akhirat. Tentu, jika tulisan yang dihasilkan itu bermuatan positif dan diamalkan oleh orang banyak sehingga bisa mengubah karakter pembaca yang mungkin awalnya kurang baik menjadi lebih baik. Dengan menulis, kita bisa menyampaikan apa saja yang kita mau sehingga orang lain bisa membaca, mengamalkan, dan terinspirasi karenanya. Teruslah menulis, luruskan niat karena-Nya, dan mari menjadi bagian dari sekelompok umat yang disebut dalam firman-Nya:

“Hendaknya di antara kalian ada sekelompok umat yang mengajak kepada kebaikan serta menyeru kepada kema’rufan dan mencegah dari kemungkaran.” (QS.Ali-Imron [3] : 104)

(Bersambung ke Bagian 2)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s