Bahagia itu Sederhana (dan Contohnya serta Hikmahnya dalam Kehidupan Kita)


Mendengar istri mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga.

Mendengar suami masih mendengkur di sebelahku berarti aku masih punya suami.

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan tegas berarti aku masih punya orang tua.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu di rumah, itu berarti aku
punya teman.

Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku cukup gizi.

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian.

Membersihkan halaman rumah, jendela, memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal.

Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan, itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya.

Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang mengesalkan menandakan karier/bisnisku masih bergerak dan hidup.

Mendapatkan banyak komplain dari pelanggan kita, menandakan kita masih punya pelanggan, masih loyal dan menginginkan kita menuju perubahan ke arah lebih baik.

Mendengar nyanyian yang fals, itu berarti aku masih bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu berarti aku masih hidup.

Menderita sakit, berarti Allah sedang membersihkan diriku dari dosa-dosa, agar diriku bersih ketika kembali ke alam baka dan masuk surga.  (Insya Allah)

Subhanallah. Ternyata masih banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini,
karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.

Seseorang yang peduli tentang aku telah mengirimkannya kepadaku.

Dan karena aku peduli tentangmu maka aku
kirim juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan.

Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian. Aamiin…

Sumber : Postingan kawan di grup WhatsApp, Kamis, 12 Juni 2014.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan bisa mengoptimalkannya selama kita masih bisa merasakannya dan memilikinya, karena kadang sesuatu yang sedang kita genggam tidak begitu berarti hingga akhirnya kita benar-benar kehilangannya. Marilah kita bersyukur dan bersabar terhadap segala hal dan sesuatu yang kita dapatkan dan yang luput dari kita sebab itulah sikap terbaik dalam menghadapi dan mengalaminya.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s