Pengangguran Harokah, Efek Negatifnya, Solusinya, dan Renungannya


WA DR Agus Setiawan:
Al-Batholah Al-Harokiyah
(Pengangguran Harokah)

Beberapa orang tengah asyik adu argument di sebuah masjid sambil menatap sebuah kulit pisang.
“Wah ini kalau ada yang terpeleset bisa berdarah kepalanya”, kata salah seorang.
“Kalau Islam tegak, pasti semua akan bersih. ‘Kan (karena) kebersihan sebagian dari iman”, ujar yang lainnya.

Tiba-tiba muncul marbot masjid. Begitu melihat kulit pisang tadi maka diambilnya. Lalu dibuang ke tempat sampah. Selesai masalah.

Tidak sedikit orang merasa berharokah (bergerak demi kejayaan Islam) namun hanya asyik berdebat. Wawasan dan gaya bicara begitu memukau. Namun tidak banyak kerja yang dibuat. Mereka itulah yang terjebak dengan apa yang diistilahkan ‘al-batholah al-harokiyah’ pengangguran haroky.

Semoga kita terhindar dari padanya… Aamiin.
——-
My Comment:
قال الدكتور يوسف القرضاوي حفظه الله:
“كل ما لديهم لسان طويل على ذراع قصير، وبراعة في النقد، وإخفاق في العمل، وهمة في الهدم، وقعود عن البناء.
أكبر هم هؤﻻء تتبع العثرات واﻷخطاء للعاملين، وتجميعها من هنا وهناك، ثم النظر إليها من خﻻل مجهر مكبر مقرب، فإذا الحبة قبة، وإذا النملة فيل.
ﻻ يلتمسون لعامل عذرا، وﻻ يحسنون بأحد ظنا، وﻻ يقدروت للظروف المحيطة قدرها، وﻻ يعرفون أن للضرورات أحكامها، وهؤﻻء ﻷنهم ﻻ يعملون، تجدهم ﻻ يخطئون، ﻷن الخطأ نتيجة اﻻجتهاد في العمل، وهؤﻻء اﻹخوة الطيبون مغرورون، غرتهم اﻷماني، وغرهم بالله الغرور.

Terjemahan comment :

DR Yusuf AlQaradawy berkata ;
“Yang mereka miliki adalah lidah panjang dengan lengan yang pendek, pandai kritik, gagal dalam amal, semangat dalam meruntuhkan, berdiam diri dari kontribusi. Semangat terbesar mereka adalah meneliti satu-satu celah dan kesalahan orang yang bekerja, menghimpun dari sana-sini, kemudian melihatnya dengan menggunakan mikroskop, biji berubah sebesar kubah, semut sebesar gajah.
Mereka tidak memaklumi kesalahan orang yang bekerja, tidak berprasangka baik, tidak memperkirakan situasi yang berkembang, tidak memahami bahwa situasi darurat ada hukumnya sendiri. Dan mereka,karena mereka tidak bekerja,kau dapati mereka tak punya salah,karena salah adalah konsekuensi ijtihad dalam amal,mereka tertipu oleh oleh angan-angan.

Sumber : Sebuah postingan seorang kawan di suatu grup WhatsApp, Senin, 21 April 2014.

Semoga ini berhikmah bagi kita semua.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s