Analogi Kehidupan dengan Roti, dari Bahan-bahan Awalnya, Prosesnya, dan Produknya


Assalamu’alaikum Wr.Wb., Selamat Siang.😀

Mari makan (sarapan, makan siang, dan makan malam),yuk!😀

1) Hidup itu seperti roti. Berawal dari bagian-bagian kecil yang menyatu dengan baik. Tepung, gula, mentega, telur, ragi, dan lain-lain.

2) Walaupun diaduk, diputar, diremas, dibanting… Semua itu tak merusaknya, bahkan membuatnya makin menyatu, lembut, dan kalis.

3) Hanya setelah bersatu dengan baik, adonan tadi bisa berkembang. Andai tepung terlalu sombong tak mau bersama ragi, ia tentu tetap jadi tepung.

4) Individu yang mau bersatu dalam sebuah tim akan berkembang bersama timnya. Yang individualiatis, akan tetap seperti ia bermula, bukan siapa-siapa.

5) Setelah mengembang, adonan dipotong, dicabik, digiling. Tapi justru proses inilah yang membentuk individu roti jadi long john, kadet atau lainnya.

6) Ujian tak berhenti sampai di situ, roti pun selanjutnya digoreng atau dipanggang. Ditempa dengan panas malah membuatnya makin berkembang.

7) Hanya mereka yang selamat dari ujian bantingan, pemotongan dan tempaan panas yang layak dihias dengan topping yang menawan. Yang lain, dibuang.

8) Ada adonan yang tak menyatu dengan baik, gagal berkembang. Ada yg dipotong terlalu besar, tidak matang. Ada juga yang gosong dalam panggangan.

9) Seperti itulah hidup. Ada yang gagal di tahap awal, masih bisa mengulang prosesnya. Tapi yang gagal di ujian akhir, gosong di panggangan, dibuang.

10) Hanya yang sudah lewati ujian akhir terberat dalam panggangan yang dihias dengan cantik & dihargai dengan nilai yang berkali-kali lipat dari nilai bahannya.

11) Jadi kalau merasa sedang diputar-putar, dipukuli bertubi-tubi, dibanting. Bersabarlah, itu tandanya sedang diproses menjadi lebih lembut seperti adonan roti.

12) Kalau merasa didiamkan, dikucilkan, bahkan seperti ditutup dengan kain basah yang pengap. Itu tandanya sedang dalam proses berkembang, seperti roti.

13) Kalau merasa dipotong, dicabik, digilas… Itu tandanya sedang dibentuk menjadi individu yang unik. Seperti roti yg beraneka macam bentuk.

14) Kalau merasa “panas”… Bersabarlah, karena setelah itu akan lebih berkembang lagi & dihiasi dgn topping yang cantik. Nilaimu akan lebih tinggi lagi.

15) Oke, itulah tadi “sarapan roti” pagi ini atau “cemilan” siang ini atau “kudapan” malam ini. Selamat menikmati….

Silakan dibagi kalau terasa enak.🙂

Semoga bermanfaat dan berhikmah bagi kita semua.🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat siang. Sampai jumpa lagi.😀

Sumber : Sebuah postingan seorang kawan di suatu grup WhatsApp, Jumat, 18 April 2014.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s