Pengakuan Mengejutkan tentang Alasan Mengapa Banyak Pengendara Motor Tewas Terlindas Mobil Truk maupun Bis. Waspadalah!


Tulisan ini memang panjang, tetapi saya mau kalian para pengendara motor baca ini. Untuk keselamatan kalian wahai…

WASPADALAH !!! PENGAKUAN
MENGEJUTKAN ALASAN
MENGAPA BANYAK
PENGENDARA MOTOR TEWAS
TERLINDAS MOBIL TRUCK
MAUPUN BIS !!!

Posted: March 6, 2014 in Uncategorized
0
POST COMMENT
Capt.pilot Shahnaz Laghari (Pemegang Rekor
Dunia “Guinness Book of World Record”)

Sejujurnya kita patut berterima kasih kepada para
supir truk. Berkat cucuran keringat Abang Abang,
Mas Mas, dan Bapak Bapak supir ini, (terutama di
kota besar) kita bisa menikmati aneka hasil bumi
seperti buah, sayur, dan palawija. Berkat injakan pedal gas dan tarikan tuas persneling truk beliau-beliau inilah kita bisa menikmati sensasi berkendara lewat motor ataupun mobil yang
mereka antarkan.

Tetapi… sebuah fakta dan
pengakuan mengejutkan dari supir truk ini sempat membuat saya syok dan mendadak saya kehilangan selera makan.
Simak beberapa peristiwa berikut :

Beberapa testimoni :
Ane (saya) pernah juga ngomong (berbicara) sama (dengan) supir trailer.

Jadi kata dia : “Daripada menyebabkan kecelakaan
yang bisa timbul banyak korban,lebih baik satu
nyawa melayang”. Lho kok (mengapa) bisa?

Jadi begini gan, supir trailer bisa saja mengerem mendadak apabila ada bikers atau pemotor yang jatuh di depannya.
Tetapi apabila dia melakukan itu maka yg akan terjadi adalah,bagian belakang atau muatannya
akan lari ke kanan atau ke kiri.
Bisa dibayangkan gan apabila di sisi kanan atau kiri banyak bikers atau pemotor,pasti akan
terserempet atau tergilas.
Itu sebabnya supir lebih memilih melindas bikers
atau pemotor yang jatuh di depan atau di sampingnya.

Dua pilihan yg sulit memang!!
Truck segede (sebesar) gaban bisa jadi sahabat di jalanan
kalau ente (kamu) tahu aturan….

Ini pengalaman ane (saya) trans
Bukittinggi – Medan bawa mobil kecil… ente (kamu) kalau
di belakang truck jangan mepet… jaga jarak ±50-100 meter… truk segede (sebesar) gaban kalau misalnya ente (kamu) mau mendahului dan itu truck ngasih lampu sein (sen) kanan… jangan coba-coba mendahului… artinya
ada kendaraan dari arah berlawanan…. kalau ente (kamu)
mau mendahului truk… pakai perhitungan
matang…. Misal panjang truk 12 meter… panjang
mobil 4 meter… itu artinya ente (kamu) harus punya space (tempat)
untuk mendahului truk adalah 4-5 kali panjang
mobil ente (kamu)…. kalau truk sudah kasih (beri isyarat) lampu sein (sen) kiri dan lampu remnya menyala… segera ente (kamu) kasih (beri isyarat) lampu sein (sen) kanan dan silahkan
mendahului… supir truk paham kode klakson 2 kali
waktu mendahului…say thanks to truck driver (ucapkan terimakasih untuk supir truk) yang sudah ngasih (memberi) ente (kamu) jalan buat (untuk) mendahului.

Kata teman ane (saya) yang pernah ngomong (berbicara) ke supir truk memang begitu.  Seandainya (tidak sengaja)
tabrakan “diusahakan” korbannya meninggal agar
tidak banyak ganti ruginya..
Kalau cacat bisa ratusan juta katanya..
Sadis benar memang..
Kalau supir bus punya prinsip begini gan…
“..Daripada mengorbankan nyawa seluruh
penumpang bus.. Lebih baik nyawa 1 atau 2 orang
naik motor yang hilang…” Makanya kalau bertemu
bis ugal-ugalan mending turun dari aspal ke tanah
saja dah…. Soalnya para supir bis juga lagi bawa nyawa banyak orang gan.

Motor atau kendaraan kecil juga jangan asal salip kalau tidak mau tinggal nama.. Sudah salah, ngotot..
Itulah pengendara kendaraan kecil yang ane (saya) tahu…
Logika sang supir mending mati saja sekalian, daripada urusan panjang… Yang jelas kalau bawa
kendaraan, apapun jenisnya harus WASPADA dan
SAFETY RIDING (mengemudi aman)…

Nih ane (saya) tambahkan lagi info underground (latar belakang) seputar dunia supir truk kalau menyikapi kecelakaan kayak (seperti) begitu ukuran truk itu kan besar? Jadi kalau sampai berurusan sama (dengan) polisi, alibi yang paling gampang (ini ane [saya] dengar sendiri dari supir truk yang suka
nongkrong deket rumah ane [saya]) adalah, “Tidak
kelihatan” !!

Alasan ini bisa diterima mengingat ukuran truk
memang besar dan sulit mengawasi tiap sudut
truk setiap saat. Jadi kalau ada yang terlindas, tinggal pakai alasan itu saja paling mentok-mentok perusahaan yang punya truk itu kasih (memberi) uang damai ala kadarnya ke keluarga
korban, yang jelas sedikitlah, Uang kerohiman namanya.
Kalau semisal keluarga korban ngotot mau perkarakan ke pengadilan juga gak (tidak) bakalan (akan) menang, karena alasan “tidak kelihatan” bisa
diterima oleh akal sehatnya hakim, pengacara, penuntut umum, panitera, dan semuanya.
Ujung-ujungnya diselesaikan di luar pengadilan biasanya. Makanya kalo truk sering bunyiin (membunyikan)
klakson, jangan dianggap personal, itu justru
mengingatkan kita betapa rapuhnya posisi kita di
jalanan (jalan raya) kalau berhadapan sama (dengan) truk. Justru kita musti (harus) mengalah kalau truk sampai bunyiin (membunyikan) klakson ke kita. Itu pesan moral yang ane (saya) tangkap gan.
Cobalah ente (kamu) bayangkan berada di posisi supir truk,
gak (tidak) gampang lho mengendalikan “monster” sebesar itu di jalanan.

Apalagi biker (pengemudi motor) kita terkenal suka (sering) asal belok tanpa
kasi (memberi isyarat) lampu sign dulu.

Ane (saya) pernah tuh lihat istri membonceng motor yang
dikemudikan suaminya di Parung, Bogor, terlindas truk, ibu itu yg kena perutnya, suaminya selamat.
Tahu, gak? Itu yang namanya usus berhamburan keluar semua campur sama cairan kuning (lemak perutnya). Badannya nyaris putus jadi 2, tetapi masih hidup meregang nyawa sambil nyebut ” Ya
Allah, aku tidak mau mati kayak begini” berulang kali.
Suaminya shock diam aja di sudut jalan gak ngomong (tidak bicara) apa-apa kayak (seperti) orang linglung, menolong saja enggak (tidak) tuh suaminya. Asli serem gan, sudah kayak (seperti) daging cincang tetapi masih bisa ngomong (bicara) dan gerak-gerak, apa gak serem (tidak seram) tuh? Sama (oleh) warga
setempat buru-buru dimasukkan ke mobil dibawa ke rumah sakit tetapi katanya meninggal dalam
perjalanan. Nah, pas (saat) supir truknya ditanya polisi,
jawabnya? Gak (Tidak) ngeliat (melihat) ada yang masuk ke kolong truk kontainer dia, begitu jawabnya.

Itu semua benar gan, bokap (ayah) ane (saya) buka usaha
ekspedisi dan menurut supir itu lebih baik dimatiin (dimatikan) sekalian daripada cacat seumur hidup.

Karena bakalan (akan) jadi beban pengeluaran ke supir dan perusahaan itu sendiri gan. Belum lagi nanti per berapa bulan check up (pemeriksaan). Kalau cacat gan belum ke urusan polisinya. Memang sih gan walaupun si korban ga (tidak) meninggal atau harus rawat jalan nantinya bakalan (akan) menuntut ganti rugi yang lebih dari kontrak antara si korban dengan perusahaan
tentang ganti rugi. Oh iya satu lagi, supir ekspedisi yang perusahaannya masih belum besar itu gajinya dari uang jalan begitu gan, istilahnya diborong habis. Kalau ada musibah di jalan itu supir harus backup (tanggulangi) perusahaannya gan. Kalau boleh di pekiwan (diperkirakan) gan tambahan gan, beban yang dipikul supir itu banyak gan selain muatan mereka juga memikul kehidupan
supirnya makanya itu yang bikin (membuat) supir ugal-ugalan.
Sebenarnya kecelakaan itu cuma 1 saja kok gan..
Yaitu feeling (perasaan) terhadap blind spot (titik buta) nya masih tidak ada.. Ini yang kerap terjadi dari semua kendaraan bermotor..
Apalagi truk trailer yang panjangnya sampai 12 meter.
Jangkauan mata ke depan itu minim.. Jadi benar-benar
harus kuat dan tetap safety riding.. (mengemudi aman).

Tips dari saya buat pengendara kendaraan…, khususnya motor.
1. Jangan pernah berhenti mendadak di depan truk
muatan berat di bawah 12 meter, sesungguhnya
Anda telah mati jika melakukan itu… Bila Anda tidak mati maka sekitar Anda yang menjadi korban.
2. Kami, driver (pengemudi/supir) truk berat berbeda dengan bus malam.
Kecepatan kami terbatas bahkan kami masih kalah cepat dengan maho (mahasiswa homo) naik skuter ga (tidak) jelas.
3. Jika kami terkena macet tolong lihat kami, dan jangan memaki kami karena pelannya truk kita lihat lebih jelas mata kita pasti merah kami selalu
antisipasi jika motor atau mobil nyelonong (mendahului) di depan kami pasti siaga dan tanpa terlena mata ini
terus memandang Anda dan aspal di sepanjang jalan.
4. Baca selalu lampu sein (sen) kita kemana arahnya…
5. Selalu hidupkan lampu belakang motor Anda
6. Jangan pakai lampu putih

Silakan disebarkan untuk keselamatan yang
lainnya!!

Sumber : Dari berbagai media sosial lagi ramai, sepertinya dari kaskus.
Apalagi di jalan lintas Sumatera atau jalan raya Pantura (Pantai Utara) Jawa sering kejadian kecelakaan ini.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan lebih berhati-hati, waspada, santun, taat, dan tertib berlalu lintas di jalan raya untuk keselamatan semua pengguna kendaraan, pejalan kaki, dan semua orang di jalan raya dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s