Terkena Abu Vulkanik, Jangan Kucek Mata!


Hari ini (kemarin, Red) abu vulkanik Gunung Kelud menyebar di mana-mana, bahkan hingga Malang, Surabaya Bahkan Yogyakarta yang jauhnya lebih dari 200 km dari puncak Gunung Kelud. Banyak yang mengeluh pernafasan serta sakit mata. “Pakdhe, sakjane apa bedanya debu biasa dengan abu gunung api ?” “Kita lihat saja cara terbentuknya, nanti dilihat apa perbedaannya”

Abu Vulkanik

Secara geologis, abu vulkanik adalah material batuan vulkanik yang berasal dari magma panas dan cair yang membeku secara cepat. Batuan beku sejatinya kumpulan mineral yang membeku dan mengkristal dari magma cair. Karena membeku cepat maka magma ini tidak sempat mengkristal dengan baik. Karena tidak mengkristal dalam geologi material bekuannya disebut gelas. Ya, mirip gelas kaca yang kita pakai itu. Di bawah mikroskop, abu vulkanik ini memiliki bentuk yang runcing-runcing seperti di bawah ini. Abu vulkanik yang berupa butiran berujung runcing, tersusun oleh mineral gelas tak berkristal.

Pedih di mata dan menganggu pernafasan.

Karena bentuknya yang runcing-runcing inilah tentunya kita tahu kalau material ini akan menganggu kesehatan. Perlu berhati-hati bila masuk ke mata,PAKAI MASKER dan kalau masuk ke mata JANGAN DIUCEK-UCEK !! Untuk pengguna “contact lens” (lensa kontak) sebaiknya jangan pakai lensa kontak dahulu untuk menghindari ‘abrasive’ dari kornea mata. Gunakan kacamata yang lebih menutup supaya jangan sampai kelilipan. Abu biasa akan berbentuk berbeda. Di bawah ini, abu pembakaran batubara, atau asap pembakaran batubara akan terlihat seperti ini : Abu pembakaran batubara.Tentunya terlihat jelas perbedaan antara abu vulkanik dengan abu batubara.

Siram pakai air, jangan dilap.

Tutuplah barang-barang dari debu vulkanik. Dan jangan dilap cukup disiram air dulu karena serupa amplas kasar debu tersebut.

Sumber :

http://rovicky.wordpress.com/2014/02/14/kelud-meletus-jangan-mengucek-ucek-mata-apabila-terkena-abu-vulkanik/

(Rovicky DP, Ketua Umum IAGI. Narsum Tetap Diskusi di Kantor Staff Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial & Bencana Alam)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s