Pandangan atau Perspektif pada Pemahaman Integral terhadap agama Islam untuk Muslim dan Muslimah


Perspektif lain, Islam dan muslim (dan juga muslimah) sendiri ketika memiliki pemahaman integral mengenai agamanya semestinya memiliki pandangan sebagai berikut :

1. Dakwah Salafiah
Mengajak kembali bersama Islam kepada sumbernya yang jernih dari Al Quran dan Sunnah Rasul.

2. Thariqah Sunniyah
Kembali kepada jalan sunnah dalam mengamalkan akidah dan ibadah, selama ada kemampuan.

3. Haqiqah Shufiyah
Mengasaskan diri pada kebaikan, yaitu kesucian jiwa, kejernihan hati, kontinuitas amal, berpaling dari ketergantungan kepada makhluk, cinta karena Allah, dan keterikatan kepada kebaikan

4. Hai’ah Siyasiyah
Peduli kepada pemerintahan demi tegaknya hukumah di kalangan umat muslim dengan perbaikan pemerintahan dan memiliki kebanggaan dan kemukiaan terhadap bangsa dan negaranya.

5. Insan Riyadhiyah
Memperhatikan fisik dan memahami benar bahwa seorang mukmin yang kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah. Sesungguhnya semua kewajiban dalam Islam tidak dapat terlaksana dengan sempurna tanpa didukung fisik yang kuat.

6. Rabithah ‘Ilmiyah Tsaqafiyah
Karena Islam menjadikan thalabul ilmi sebagai kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.

7. Syirkah Iqtishodiyah
Karena Islam sangat memperhatikan pengelolaan dan pendapatan kekayaan sebagaimana mestinya dan saling tolong menolong dalam bermuamalah.

8. Fikrah Ijtima’iyah
Senantiasa menaruh perhatian pada segala penyakit yang ada dalam masyarakat Islam, berusaha menemukan solusi dan mengupayakan penyelesaian problematika.

Itu kurang lebih 8 aspek integralitas kita… Kita berupaya menyatukan kelompok-kelompok muslim agar jauh dari ashobiyah dan memahami islam yang semestinya… Wallahu’alam.

Keterangan : Ashobiyah adalah terlalu fanatik golongan dan selalu menganggap benar apa yg datang dari golongannya…

Sumber : Dari sebuah postingan seorang kawan di grup WhatsApp ikhwan ODOJ 43 yang merujuk pada buku “Syarah Risalah Ta’alim” oleh M. Abdullah Khatib dan M. Abdul Halim Hamid. Muraja’ah Syaikh Abdul Mun’im Ta’lib.

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s