Maut (Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa…? Karena…)


Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa menimba ilmu dengan giat?
Karena Allah akan tinggikan derajat orang-orang yang berilmu.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa kita berbuat baik pada orang tua?
Karena sudah jadi perintah Allah untuk birrul walidain.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, apa bersilaturahmi?
Karena sesungguhnya, pun maut menjemput dalam perjalanan,syahid insyaAllah.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa mengejar dunia?
Karena kelak akan ditanya, mana kebermanfaatanmu untuk dunia.

Kalau pada akhirnya akan mati, untuk apa makan dan kebutuhan jasmani lainnya?
Karena hanya untuk memberikan hak tubuh, menjaga amanah-Nya.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa bergegas berkebaikan, fastabiqul khoirot?
Karena dakwah Islam akan terus berjalan dengan atau tanpamu.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa repot-repot baca Al Kahfi setiap jumat?
Karena dengan itu, kelak di akhirat, Allah akan sertakan kita dengan cahaya.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa peduli dan berkoar-koar tentang orang lain?
Karena hidup hanya sementara, sama-sama mencari bekal bahagia.

Kalau pada akhirnya kita akan mati, untuk apa repot-repot rutin Dhuha setiap pagi?
Karena Allah akan bangunkan rumah abadi ketika 12 rakaat tak pernah alpa.

Sumber : Artikel berjudul “Maut” di aplikasi “ODOJ (One Day One Juz)” pada Android >> Hikmah/Dina Amalia/1 hari lalu,tepatnya pada hari Senin,27 Januari 2014,13:26).

Semoga kita bisa mengambil hikmahnya dan tetap dalam takwa, ibadah, dan kebaikan.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s