Termakna Romantis (Yang Sebenarnya dan Penuh Hikmah serta Beberapa Contohnya)


Romantis adalah seperti dikatakan Nailah pada Utsman: “Aku suka ketuaanmu, sebab mudamu telah kau habiskan bersama sang Nabi”.

Romantis adalah Ali yang dimarahi Fatimah, terkunci tak bisa masuk rumah saat pulang. Lalu tidur diserambi masjd berlumur debu.

Romantis adalah swperti Khadijah yg tak bertanya melihat suaminya pulang gemetaran, takut, menggigil. Hanya memahami, hanya menyelimuti.

Romantis adalah mengatakan kepada Allah, “Hidupku untuk-Mu, apalagi matiku”.

Romantis adalah ketika Aisyah banting piring di depan tamu yang membelalak, Nabi tersenyum lalu berkata “Maaf ya,ibu kalian sedang cemburu”.

Romantis adalah bertanya pada istri, “Adakah makanan hari ini?” Dijawab, “Tidak” maka senyumlah Rasulullah dan ujarnya “Kalau begitu aku puasa”.

Romantis adalah saat lelah Muhammad menebar kebaikan tertimbun, saat ia berbaring payah, Tuhan berseru “Hai orang berselimut, bangunlah”.

Romantis adalah saat godaan melanda di puncak muda Yusuf; ia cantik, molek, kuasa, dan sunyi, tapi Yusuf memilih lari, bajunya koyak belakang.

Romantis adalah saat sekumpulan jelita mengiris tangannya terpesona akan paras Yusuf, tetapi ia berdoa “Ya Rabbi, penjara lebih kusukai!

Romantis adalah ketika Utsman ibn Affan dikabarkan akan masuk surga, disertai bencana dan tumpahnya darah, lalu dia berkata “Alhamdulillah,tsumma tawakaltu”.

Romantis adalah ketika harta, tahta, wanita ditawarkan, Muhammad malah berkata “Andai pun mentari di kanan,rembulan di kiri, ku takkan pernah berhenti”.

Romantis adalah saat cucu naik ke punggung sang Nabi, lalu ada yang berkata “Sebaik-baik tunggangan” Beliau jawab “Dan sebaik-baik penunggang”.

Romantis adalah saat satu per satu harta Ayub binasa, anak-anaknya mati, dan dirinya dilanda sakit yang merontokkan jasad. Doanya “Sisakan hatiku untuk mengingat-Mu”.

Romantis adalah saat Fatimah putri Nabi tapaknya pecah, leher pegal, punggung bilur; minta pembantu. Namun sang ayah hanya ajarkan dzikir.

Romantis adalah Abu Bakr menitikkan air mata, jatuh di pipi kekasih Rasulullah SAW yang tidur di pangkuannya. Dia berkata “Jangan bersedih, Allah bersama kita”.

Romantis adalah saat sosok malaikat tampan mendekatimu, Maryam takut, tetapi dia berkata “Tuhan memilihmu untuk keajaiban sepanjang zaman”.

Romantis adalah saat Nabi Muhammad saw memberi senyum terindah kepada orang yang dulu mencaci, menyiksa, menyumpahserapahi dirinya saat mereka tertunduk kalah. Kau senyumi; tiada cerca, hanya cinta!

Sumber : Dari sebuah postingan seorang kawan di suatu grup WhatsApp.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s