Apa Makna Tujuan Hidup? (cc : Peta Hidup)


peta-hidup-manusia1

Apa makna tujuan hidup? (cc : peta hidup)

Cita-cita dan tujuan manusia dalam hidup telah pun tertera di dalam mukjizat yang diturunkan untuk Nabi Muhammad S.A.W. yaitu al-quran. Manusia tidak dijadikan sia-sia. Ada tanggungjawab dan tugasan yang perlu dipikulnya. Ia dijadikan untuk tujuan hikmah tertentu. Ia tidak dijadikan untuk dirinya atau menjadi hamba kepada salah satu unsur dalam alam ini. Ia juga tidak dijadikan untuk bersuka ria dan berseronok sebagaimana hewan-hewan berseronok. Bukan juga dijadikan untuk menikmati hidup pendek atau panjang sehingga beratus tahun yang akhirnya akan dimamah tanah juga.

Sesungguhnya ia dijadikan untuk mengenal penciptanya, Yang Maha Esa. Manusia dijadikan untuk menyembah Tuhan yang satu, Allah S.W.T. dan menjadi khalifah di muka bumi ini. Setiap dari kita akan diuji dan disaring dengan berbagai dugaan dan penyakit ujian sepanjang jalan meniti jejak kehidupan ini. Dengan saringan dan ujian itu, kita akan bertambah matang dan positif serta boleh berfikir dengan rasional. Itulah persediaan untuk menghadapi hidup-hidup seterusnya.

TUJUAN HIDUP

Orang yang mempunyai pikiran yang matang akan berkata : “Kita makan untuk hidup.”

Tapi orang yang berfikiran sepele dan tak matang pula mengatakan : “ Kita hidup untuk makan.” Orang yang bersifat materialistik pula berkata : “Kita hidup untuk mencari harta yang ada di pelosok dunia ni. Barulah terasa nikmat!”

Bukankah setiap hari, 5 hari sekali dalam solat fardhu kita, kita berjanji dengan Allah?Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam. Itulah janji kita dalam solat. Adakah itu bukan visi? Adakah itu hanya bicara mulut saja tanpa mengerti dan menghadam maksudnya yang mendalam? Allah. Itulah tujuan dan cita-cita keseluruhan hidup kita.

“Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada (Rabb) yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang termasuk mempersekutukan-Nya.” (Surah Al-An’am (6) : 79)

Orang yang beriman akan menjawab : “ Manusia hidup hanya untuk Allah dan untuk hidupnya yang kekal abadi (di akhirat nanti).”

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
“Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya;tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Rabb (Yang mempunyai)’Arsy yang mulia.” (Surah Al-Mukminun (23)  : 115-116)

Alangkah besarnya perbedaan antara orang yang hidup untuk dirinya sendiri dengan orang yang hidup untuk Tuhannya. Dunia yang indah dengan fatamorgana. Siapa yang tak tergoda dengan kenikmatan yang diperoleh di dalamnya? Harta, pangkat, derajat dan wanita. Kita pasti hanyut! Kecuali orang-orang yang hati dan jiwanya dekat dengan petunjuk dan hidayah serta nur Allah. Beruntunglah! Semoga kita termasuk golongan insan-insan yang beruntung di hari akhirat kelak. Aamiin…

“…Katakanlah: Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.” (Surat an-Nisa’  (4): 77)

MATLAMAT INGIN KE SYURGA

Syurga adalah kampung idaman kita. Dunia ini ibarat jembatan untuk kita menuju ke negeri akhirat. Berjalanlah di atas jembatan dunia ini dengan penuh takwa dan berhati-hati karena kita mungkin akan tersungkur di tengah jalan. Jangan sampai kita terhempas ke Neraka. Na’uzubillahi min zalik.

Setiap manusia pasti mengimpikan Syurga. Namun, adakah kita mengamalkan segala yang diperintah Allah? Adakah kita betul-betul patuh dan taat pada-Nya? Adakah Syurga akan menerima kita? Layakkah kita untuk menghuni Syurga yang barakah?

“ (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Surah Al-Imran (3) : 191)

Berjuanglah dalam hidup agar kita mujahadah. Berkorbanlah semata-mata karena-Nya. Berlomba-lombalah dalam mengerjakan kebaikan. Berpesan-pesanlah dengan kebenaran dan kesabaran. Kejarlah cinta dan kasih sayang-Nya. Semoga kita berjaya menggapai ridho-Nya karena hidup takkan pernah berarti dan bermakna tanpa reda Yang Maha Esa.

Daripada Abu Said al-Khudri r.a., Rasulullah s.a.w. berkata kepadanya : “wahai Abu Said! Siapa yang meridhoi Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi ; maka wajiblah baginya Syurga.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jadikan Syahid itu cita-cita tertinggi kita..

Jadikan Allah tujuan utama kita..

Jadikan Syurga visi hidup kita..

Semoga kita bisa bertemu dengan arti hidup yang sebenarnya.🙂

Sumber : Sebuah postingan “Apa Makna Tujuan Hidup” dari sebuah weblog.

Artikel ini menjadi renungan bagi kita semua tentang dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan ke mana tujuan kita setelahnya. #kontemplasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s