Tiga Himpunan KM SITH ITB


3 Himpunan KM SITH ITB

A. Warna-Warni Baru di KM ITB

Terhitung mulai tanggal 2 September 2013 warna di KM ITB semakin bertambah. Masuknya dua himpunan baru yaitu Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi (Himamikro) dan Himpunan Mahasiswa Rekayasa hayati (HMRH) menambah semarak warna-warni di kampus ini, Himamikro dengan jaket himpunan ungunya dan HMRH dengan jaket himpunannya yang berwarna  coklat siap menambah barisan warna-warni dan berkontribusi di KM ITB.

Sejak awal tahun 2013 lalu, jumlah himpunan mahasiswa di kampus Ganesha bertambah dua yaitu himpunan jurusan Mikrobiologi dan Rekayasa Hayati  (Bioengineering). Kedua himpunan ini merupakan hasil pecahan dari Nymphaea HIMASITH menjadi Nymphaea HIMABIO, Himamikro Archaea-ITB,daan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati.

Kalau bercerita sedikit, pada mulanya SITH hanya memiliki satu jurusan yaitu Biologi. Kemudian dibentuklah jurusan Mikrobiologi pada tahun 2004 sebagai ilmu satu rumpun dengan Biologi. Lalu pada tahun 2010, SITH kembali menambah bidang keilmuan hayati dengan jurusan rekayasa hayati atau lebih kita kenal bioengineering.

Hal ini menyebabkan ketiga jurusan tersebut bernaung dibawah satu nama himpunan HIMASITH NYMPHAEA ITB. Namun, pada keberjalanannya banyak hambatan yang dirasakan oleh para mahasiswa SITH. “Pada dasarnya keilmuan kami sudah berbeda. Kalau Biologi itu sains yang banyak kerja lapangan , tapi kalau mikro itu lebih banyak labnya,” tutur Lendra (BM10) ketua Himamikro terpilih untuk periode pertama ini. “Karena perbedaan keimuan itu, pada akhirnya terjadi perbedaan pendapat antara kita dalam memandang dan memecahkan suatu permasalahan.”

Selain itu, perbedaan jadwal kuliah sehingga kesulitan mencocokkan timeline nya menjadi suatu masalah dalam HIMASITH. Menurut Maulana (BE’10) masalah geografis juga menjadi masalah tersendiri bagi jurusan rekayasa hayati. “Wacana berpisah udah ada dari tahun 2010 tapi bisa bisa dipertahanin. Puncaknya waktu anak RH (Rekayasa Hayati) pindah ke Nangor,” tutur ketua HMRH ini. Akibatnya sebagian besar mahasiswa merasa tidak terwadahi kegiatannya dalam himpunan sehingga diputuskanlah untuk mendirikan himpunan baru sesuai jurusannya masing-masing.

Idealnya satu jurusan memiliki satu himpunan sehingga memang sudah waktunya bagi HIMASITH untuk berpisah dan konsentrasi dengan keilmuan masing-masing.

B. Mengenal lebih dekat  : HIMABIO NYMPHAEA

himabio

Himpunan Mahasiswa Biologi ‘Nymphaea’ disahkan pada tanggal 1 Maret 1951. Perpisahan Departemen Biologi dari Fakultas Matema­tika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), agar berdiri sendiri dalam Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), menyebabkan diadakannya musyawarah anggota (2006) dan menghasilkan keputusan perubahan nama menjadi Himpunan Mahasiswa SITH Nymphaea.

Kemudian pada tahun 2013 HIMASITH dipecah kembali menjadi 3 himpunan, HIMAMIKRO ‘Archaea’ ITB, HIMABIO ‘Nymphaea’ ITB dan HMRH-ITB, setelah munculnya program studi baru dan ITB Jatinangor. Logo HIMABIO menggambarkan kesucian melandasi jiwa berpikir dalam menuntut ilmu untuk mengabdi kepada pencipta kehidupan. Jahim HIMABIO berwarna kuning.

C. Mengenal lebih dekat : HIMAMIKRO ARCHAEA ITB

HIMAMIKRO-ITB

Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi Archaea-ITB, atau disingkat Himamikro adalah himpunan paling baru yang berada di kampus ITB Ganesha. Inspirasi dari nama ‘Archaea’ sendiri Lendra menjelaskan, “Archaea itu mikroorganisme yang hidup di lingkungan ekstrem. Dia berperan sebagai  perintis dan manfaatnya banyak untuk kehidupan. Kami berharap himpunan kami bisa seperti itu.”

Lambang Himamikro terdiri dari gambar jamur, bakteri, dan Archaea yang merepresentasikan keilmuan dari Mikrobiologi. Adapun pada lambing terdapat warna kuning, jingga, dan merah sebagai pencerminan dari kekuatan, kekeluargaan, dan keberanian. Ungu sebagai warna utama melambangkan misterius. “Warna ungu itu melambangkan misterius, seperti keilmuan kita yang mempelajari makhluk-makhluk kecil dan misterius, “ ujar Lendra. Dan kemudian warna ini pula yang dituangkan ke dalam warna jahim.

Menurut Lendra, Himamikro Archaea ITB adalah himpunan Mikrobiologi pertama di Indonesia karena dari segi keilmuannya sendiri masih jarang perguruan tinggi yang membuka jurusan ini.

D. Mengenal lebih dekat  : HMRH

HMRH

Sebagai mahasiswa S1 yang menjadi penghuni pertama kampus Jatinangor, HMRH bisa disebut sebagai pembuka kegiatan kemahasiswaan di ITB Jatinangor. Himpunan ini bisa dikenali dengan jahimnya yang berwrna coklat. Alasan pemilihan warna coklat, menurut Maulana, karena belum ada himpunan yang mempunyai jahim dengan warna coklat.

Lambang HMRH didominasi warna hijau dan jingga dengan bentuk menyerupai DNA di tengahnya. Sama seperti Mikrobiologi, Bioengineering merupakan program studi yang masih jarang ditemukan di Indonesiadan Bioengineering ITB adalah yang pertama di Indonesia sehingga himpunannya pun yang pertama di Indonesia.

Itulah sekilas mengenai profil himpunan baru di ITB. Kita berharap dengan bertambahnya basis KM-ITB, bertambah banyak pula kontribusi yang bisa diberikan ITB untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater.

Sumber :

1. Majalah Boelevard ITB nomor atau edisi 76, bulan Oktober 2013, halaman 32 – 33. (oleh Anisah pada bagian artikelnya)

2. Website KM ITB (oleh admin website KM ITB) di bagian :

a. Profil Himpunan Mahasiswa SITH Nymphaea ITB

b. Profil Himpunan Mahasiswa Mikrobiologi ITB

c. Profil Himpunan Mahasiswa HMRH ITB

NB : Info yang serupa dapat dilihat juga di tumblr 3 himpunan KM SITH ITB

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s