Mencintai dan Dicintai


“Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta
Berlindunglah pada Allah dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya”
(Lirik lagu The Fikr)

Dari lirik lagu di atas, apa sebenarnya cinta?

“Cinta: Cerita Indah Nan Tiada Akhir,” demikian sebagian orang mengatakan. Bener gak,ya? Imam Abu Dawud azh-Zhahiri mengatakan, “Cinta adalah cerminan bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Karena sebenarnya, ia tidak jatuh cinta kecuali kepada dirinya sendiri.”

Ya, itulah cinta menurut Imam Abu Dawud. Cinta menjadi gambaran diri bagi orang yang sedang jatuh cinta. Orang yang jatuh cinta sebenarnya jatuh hati pada kemiripan pribadi orang yang dicintainya karena ada kesamaan selera, kebiasaan, watak maupun sifat antara diriny dengan kekasihnya. Yakni kecintaan atas jiwa si pecinta terhadap jiwa orang yang dicintainya. Sebuah syair menyebutkan,

“Setiap diri akan mencintai
Orang yang serasi dengannya”
#truelove🙂

NB : Inspirasi dari buku “Agar Jatuh Cinta tak jadi Bencana” halaman 21-22 karya Jauhar al-Zanki yang diterbitkan Pro-U Media,Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s