Rangkaian Kata penuh Cinta yang Dirindukan Media Massa


Benarkah menulis itu sulit? Inilah pertanyaan yang tidak ada jawaban pastinya bagi setiap orang sebab setiap orang memiliki pendapat dan sudut pandang yang berbeda terhadap pertanyaan ini. Kemudian, bagaimana pula bila ada penulis yang ingin tulisannya dimuat di media massa? Mudah atau tidaknya menulis dan tulisan penulis yang ingin dimuat di media massa, itu tergantung pada berbagai faktor : niat, anggapan, tekad, keyakinan, doa, dan usaha menulisnya. Namun, menurut saya, cinta bersifat dominan dalam hal menulis, walaupun kekuasaan Tuhan bersifat teratas dalam kepenulisan.

Menurut Imam Abu Dawud (2009) dalam buku Jauhar Al-Zanki, cinta adalah cerminan bagi orang yang sedang jatuh cinta untuk mengetahui watak dan kelemahlembutan dirinya dalam citra kekasihnya. Bila cinta itu dikaitkan dengan dunia kepenulisan, si penulis itu jatuh cinta terhadap hal yang menjadi bahan tulisannya karena gambaran dirinya atau minatnya yang mirip/sama dengan bahan tulisannya. Orang yang termasuk jenis penulis ini akan menulis seputar hal yang dicintai atau sesuai dengan minat bidang atau keahliannya. Biasanya jenis penulis ini  akan berusaha keras dan giat menulis dengan sebaik-baiknya dalam hal teori dan praktek menulis serta berusaha menyebarkannya ke berbagai media massa, seperti media online (internet) dan atau media offline (cetak).

Media massa,seperti koran dan majalah dalam bentuk cetak atau online,banyak dibaca oleh orang-orang dari berbagai kalangan dan usia, mulai dari pejabat pemerintah hingga pekerja serta mulai dari anak-anak,remaja,orang dewasa, hingga orang lanjut usia. Jadi, bahasa pada tulisan di media cetak harus bisa dipahami oleh semua pembaca yang beragam tadi dan bahasa  yang sesuai untuk tulisan di media massa adalah bahasa tulisan ilmiah populer. Pengertian bahasa tulisan ini dapat dirangkaikan dari ciri-cirinya menurut Jonathan Sarwono (2010), yaitu tulisan berupa bahasa umum dengan struktur kalimat yang aktif dan tidak baku yang diungkapkan dalam narasi atau cerita yang menarik dan dilengkapi dengan data yang dideskripsikan serta pesan yang tersirat supaya dapat bersifat mengajak atau menarik perhatian pembaca secara umum terhadap hal atau objek yang sedang dijelaskan. Menurut saya, tulisan bahasa ilmiah populer harus dilandasi kecintaan penulisnya supaya tulisan yang dihasilkannya dapat memuat hal-hal efektif efisien dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jadi, tulisannya dapat diketahui, dipahami, dan ditanggapi oleh para pembacanya secara umum sehingga tingkat wawasan dan sikap kritisnya meningkat secara cepat dan langsung.

Akan tetapi, teknik tulisan bahasa ilmiah populer dan kecintaan penulis saja belum mencukupi untuk memenuhi persyaratan tulisan penulis tersebut dimuat di media massa. Masih ada beberapa tips lainnya yang harus dilakukan penulisnya supaya memenuhi persyaratan tersebut. Menurut Mario Gagho dan Tata Danamihardja (2006), inilah beberapa tips menulis di media massa yang akan saya jelaskan sesuai dengan teori-teori kepenulisan yang telah saya pelajari dan berbagai pengalaman penulis yang telah saya alami.

Pertama, perhatikan alamat email media massa dan cara mengirim tulisannya. Panjang tulisan biasanya antara 700-1000 kata yang dilampirkan dalam format Microsoft Word di email si penulis untuk dikirim ke email media massa. Terkadang digunakan format RTF (Rich Text Format) sebagai bentuk standar agar data tulisan bisa dibuka di komputer dengan sistem operasi Windows yang berbeda-beda. Kedua, mulailah menulis dahulu kemudian pelajarilah teorinya. Tulislah dengan gaya dan cara si penulisnya dahulu. Seiring berjalannya waktu, kemudian penulis mempelajari teori kepenulisan untuk mengasah kemampuan menulisnya. Ketiga, pilihlah topik yang sedang hangat dibicarakan (tanggapan isi tajuk media, berita utama media, tulisan opini, dan hari besar nasional/internasional) atau hal yang baru serta unik yang belum diketahui banyak orang. Biasanya tulisan itu lebih cepat dimuat di media massa sebab peringkat tulisan (rating) tinggi dan banyak dibaca oleh para pembaca. Keempat, resapilah gaya tulisan orang lain yang berupa unsur pengantar, isi, dan penutup/kesimpulan. Ini akan membuat si penulisnya dapat belajar lebih cepat dan baik dari para penulis yang sudah mumpuni dan berpengalaman. Kelima, binalah hubungan baik dengan redaksi media massa. Hal ini akan membuat tulisan si penulis dapat lebih diprioritaskan untuk dimuat di media massa tersebut. Keenam, tulislah biodata penulis. Penulisannya harus sesuai tema tulisan dan singkat, namun bisa bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.

Tulisan yang memenuhi persyaratan di atas tersebut banyak dirindukan dan dicari oleh banyak media massa cetak. Itu karena tulisannya banyak diminati dan dibaca oleh para pembacanya sehingga dapat meningkatkan penjualan media massa cetak tersebut baik dalam bentuk online maupun cetak dan itu merupakan ekspresi penuh cinta dari penulisnya. Oleh karena itu, marilah kita berlomba-lomba menulis di media massa.

DAFTAR PUSTAKA :

Al-Zanki, Jauhar. 2009. Agar Jatuh Cinta Tak Jadi Bencana. Yogyakarta : Pro-U Media. Halaman : 22

Gagho, Mario dan Tata Danamihardja. 2006. Tips Menulis di Media Massa. Bandung : eBook Gratis bukubagus. Halaman : 1-7

Sarwono, Jonathan. 2010. Pintar Menulis Karangan Ilmiah. Yogyakarta : Penerbit Andi. Halaman : 11-12

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s