Salmonella Hambat Pertumbuhan Kanker Kulit


Publikasi: 17/05/2005 10:51 WIB
eramuslim

Bagi kalangan medis, nama Salmonella bukanlah nama yang asing.
Bakteri penyebab penyakit tifus ini, ternyata bermanfaat bahkan bisa membawa angin segar bagi para penderita kanker, khususnya kanker kulit.

Adalah perusahaan farmasi Vion, Amerika Serikat yang menangkap peluang ini dengan membuat mutan Salmonella typhimurium yang sudah diubah informasi genetiknya untuk mereduksi infeksi dan membuat cara penanganan kanker yang baru, misalnya melanoma. Seperti diketahui, melanola adalah bentuk serius kanker kulit yang beranak pinak di luar permukaan kulit, sehingga membuat kulit menjadi peka terhadap sinar matahari. Mengapa Salmonella? Karena, bakteri ini mempunyai sifat suka berkoloni dan berkembang biak di dalam sel tumor.Oleh karena itu, bakteri ini dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan tumor.

Salmonella memiliki spesifitas tinggi, mirip kerja antibodi klon tunggal guna menyerang makrofaga. Sedangkan sel-sel melanoma adalah sel-sel mirip makrofaga. Dengan demikian, sel melanoma adalah target empuk bagi Salmonella, terlebih bakteri ini dapat hidup dalam kondisi aerob maupun anaerob, dengan atau tanpa oksigen.

Pada percobaan dengan hewan uji tikus, Salmonella mampu menemukan jalannya ke tumor-tumor untuk bersarang. Menggunakan bakteri untuk terapi gen lebih baik ketimbang menggunakan virus yang harus diinjeksikan ke tumor. Selain itu, Salmonella hasil rekayasa juga dapat digunakan sebagai pengangkut gen berbagai antikanker. Pada terapi gen saat ini vektor pembawanya adalah virus.

Meski mekanisme penurunan pertumbuhan tumor dengan metode ini masih belum jelas. Dispekulasikan, bahwa banyak faktor yang mungkin menyumbang aktivitas anti-tumor. Pertama, bakteri mensekresi protein yang mampu berinteraksi dan menyebabkan kematian sel kanker. Kedua, bakteri menstimulasi sistem kekebalan
tubuh yang mampu menghancurkan sel-sel kanker yang terinfeksi. Ketiga, kompetisi antara sel-sel kanker dan salmonella dalam memperebutkan oksigen dan makanan untuk pertumbuhan.

Sebenarnya, prinsip pengobatan kanker ada dua: Pertama, memberikan bahan sangat toksik untuk sel kanker, sehingga mematikan sel kanker; Kedua, membuat sel kanker harus berkompetisi dalam mendapatkan bahan nutrisi khusus yang
diperlukan. Meski demikian, prinsip manapun yang diambil diperlukan cara untuk membawa ‘obat’ secara spesifik ke tempat sel kanker berada, sehingga sedikit mungkin membunuh atau menimbulkan dampak buruk terhadap sel-sel sehat di sekelilingnya.

Sebelum ini digunakan guided missil antara lain antibodi spesifik terhadap antigen kanker yang digendongi obat antikanker, sehingga obat tersebut hanya bekerja pada sel kanker. Sedangkan bakteri Salmonella dapat digunakan sebagai sarana untuk mengarahkan secara spesifik mekanisme antikankernya ke sel kanker tertentu,
karena ia sudah memiliki tropisma atau kegemaran kepada makrofag atau sejenisnya. Tentunya, dengan peran antibodi Salmonella yang akan membawa Salmonella kepada makrofag melalui proses opsonisasi.

Apabila Salmonella tersebut sudah tidak diperlukan lagi, dapat dimusnahkan dengan antibiotika. Sekalipun demikian, tidak selalu mudah untuk mengikis habis Salmonella, apalagi jika sudah masuk ke dalam jaringan. Kemungkinan terjadinya toxic shock masih tetap harus diantisipasi, khususnya ketika memusnahkan Salmonella dalam
jumlah besar sekaligus. (to/ht)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s