Kisah Sang Waktu (Puisi)


 

Dari waktu ke waktu

yang terus mengalir

Detik demi detik

berubah menjadi menit ke menit

meningkat dari jam ke jam

lalu hari ke hari

minggu ke minggu

bulan ke bulan

tahun ke tahun

abad ke abad

dan seterusnya

 

Waktu itu yang terus merangkak

berjalan dan berlari ke depan

terlalu angkuh untuk mundur ke belakang

meskipun hanya sedetik

atau sesaat pun

 

Nilai sang waktu itu

adalah suatu harta

yang terindah, begitu berharga

dan tak ternilai oleh materi

Berapa pun banyaknya atau mutunya

takkan bisa mengganti waktu

yang hilang atau telah berlalu

dari diri dan kehidupan kita

 

Namun, sungguh ironis

Banyak dari kita yang sadar atau tidak sadar

membuang-buang waktu dengan santainya

dalam durasi detik, menit, jam, minggu, bulan, tahun

untuk hal-hal sepele atau kurang penting

Berbeda lagi jika urusan uang

mereka bisa menjaga

dan memanfaatkannya

dengan sebaik-baiknya dan efektif efisien

namun jika urusan uang

hal sebaliknya banyak dilakukan kita

 

Padahal sang waktu itu

adalah modal dan harta terbaik

untuk kita dalam berproses

dalam tujuan meraih kesuksesan

serta impian terindah kita

Haruslah selalu kita sadari

Bahwa sang waktu itu juga

sangat terbatas di umur kita

yang takkan terganti sedikit pun

hingga maut menjemput kita

 

Karya  : Ariesta Rakhmat Isfandito

Waktu  : Rabu, 07 November 2012

Tempat : Kota Bandung

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s