Hari Raya Korban : Ajakan Membunuh Sifat-sifat Kebinatangan Kita


Hari Raya Korban berkaitan erat dengan ibadah haji yang acara-acara ritualnya berkaitan erat pula dengan Nabi Ibrahim a.s. Beliau adalah seorang nabi yang sangat diagungkan oleh agama-agama samawi, antara lain karena kesediaannya mengorbankan putra kesayangannya hanya karena Allah.

Manusia telah mengenal korban sejak dini, bahwa sejak putra-putra pertama Adam a.s. Pada masa Nabi Ibrahim dan sebelumnya, manusia seringkali menjadikan manusia sebagai korban (sesajen) kepada tuhan-tuhan atau dewa-dewa yang mereka sembah.

Di Mesir, misalnya, gadis tercantik dipersembahkan kepada Dewi Sungai Nil. Sementara di Kanaan, Irak, bayi-bayi dipersembahkan kepada Dewa Baal. Suku Aztec di Meksiko lain lagi, mereka menyerahkan jantung dan darah manusia kepada Dewa Matahari. Di Eropa Utara, orang-orang Viking yang tadinya mendiami Skandinavia mengorbankan pemuka-pemuka agama mereka kepada Dewa Perang “Odin”.

Nabi Ibrahim a.s. hidup pada abad ke-18 SM, suatu masa ketika terjadi persimpangan jalan pemikiran kemanusiaan tentang korban-korban yang masih berwujud manusia. Di satu pihak, ada yang memperthankan dan di pihak lain ada pula yang beranggapan bahwa manusia terlalu mulia dan tinggi nilanya untuk dikorbankan kepada Zat yang disembah.

Di sinilah ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim memberi jalan keluar yang memuaskan semua pihak. Beliau diperintahkan oleh Allah SWT melalui suatu mimpi untuk menyembelih anaknya sebagai isyarat bahwa anak tercinta,jiwa yang paling berharga di sisi seseorang, bukanlah sesuatu yang berarti jika Tuhan telah meminta. Tidak ada sesuatu yang dapat dinilai tinggi jika dihadapkan dengan perintah Tuhan.

Tetapi, ini bukan berarti mempertahankan tradisi pengurbanan, karena setelah pisau dihunjamkan dan digerakkan untuk menyembelih sang anak sebagai kurban, tiba-tiba seekor domba muncul sebagai gantinya. Hal ini sekaligus memberi isyarat bahwa Tuhan sedemikian kasih kepada manusia sehingga korban manusia tidsak diperkenankan.

Dalam kehidupan kita di abad modern ini, nilai-nilai peristiwa korban Nabi Ibrahim tertsebut sering terlupakan. Masih cukup banyak praktik yang mewngarah kepada mengorbankan manusia walaupun untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak luhur,bahkan kadang keji, dan semata-mata hanya memenuhi ambisi dan kerakusan.

Peristiwa-peristiwa yang dialami Ibrahim yang puncaknya dirayakan sebagai Idul Adha atau Hari Raya Korban, harus mampu mengingatkan bahwa yang dikorbankan tidak boleh manusia tetapi sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia, semacam rakus, ambisi yang tak terkendali, menindas, menyerang, dan tidak mengenal hukum dan norma-norma apa pun. Sifat-sifat yang demikian itulah yang harus dibunuh, ditiadakn, dan dijadikan korban demi mencapai qurban (kedekatan) diri kepada Allah SWT. Itu sebabnya Allah mengingatkan : “Daging dan darahnya sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanmulah yang dapat mencapainya.” (QS 22 : 37).

Dengan demikian, tidak ada kaitan antara daging, darah, dan qurban (kedekatan kepada Allah). Kalaupun ada, maka ia ditemukan, antara lain, adalam rangak “meringankan beban yang butuh”, “membela orang-orang yang lemah”, serta “mengangkat derajat kemanusiaan”. Bukankah daging-daging korban itu seharusnya diberikan kepada mereka? Bahkan, bukankan penyembelihan Nabi Ibrahim terhadap Ismail itu justru bertujuan menyelamatkan manusia dan untuk menerima kasih sayang Tuhan? Inilah sebagian nilai yang terkandung pada Hari Raya Korban. Wallahu a’lam.

Sumber pustaka :

Shihab, M. Quraish. 2002. Lentera Hati : Kisah dan Hikmah Kehidupan. Bandung : Penerbit Mizan. Halaman 413-415.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s