Dilema : Google dan Youtube : Diboikot atau Tidak selama 7 hari?!


Mengapa judulnya bisa begitu membingungkan dan mungkin menjadi dilemma bagi kita yang membacanya? Itu karena sebuah sms sbb :

“Mulai hari ini selama 7 hari berturut-turut, semua muslim di seluruh dunia akan berhenti menggunakan Google dan Youtube dan membuat rating mereka turun sehingga mempenagruhi saham-saham mereka. Kami akan melakukan ini dengan cara yang cerdas yaitu memboikot dua situs ini. Karena mereka menolak untuk menghapus film 786 yang menghina Nabi Muhammad SAW diperolok, dihina, direndahkan hanya karena alasan kebebasan berekspresi? Tolong jangan biarkan pesan ini berhenti di kotak pesan Anda.”

Begitulah isi sms yang kemarin (Sabtu, 22 September 2012) masuk ke inbox HP saya. Waktu itu saya baru pulang dari warnet saat sms ini ada. Setelah membacanya, mendadak saya khawatir  karena saya baru saja mendownload video tugas kuliah dari Youtube dan mencari banyak hal di Google. Namun,sungguh,saya tidak tahu menahu bahwa hal ini akan terus gencar disebarkan. Itu karena saya sudah tahu hal itu sebelumnya di status FB atau Tw dari situs tertentu, tetapi saya kurang mengindahkan peringatan dari sana karena meragukan kredibilitasnya. Namun, setelah saya menerima sms itu, pendapat saya malah jadi terbalik dan semakin meyakini isi peringatan itu. Ditambah lagi dengan pemberitaan mengenai film 786 yang semakin gencar di berbagai media massa dan elektronik serta di dunia maya.

Menurut saya, umat Islam (masing-masing per individu atau kelompok)di dunia akan bersikap pada salah satu sikap pada 4 pilihan sikap sbb :

  1. Menuruti peringatan sms di atas sepenuhnya karena tahu akibatnya walau beresiko kecil/besar
  2. Melanggar peringatan sms di atas karena tidak peduli/terlalu bertoleransi/ngeyel/egois negatif
  3. Tidak menuruti peringatan sms di atas karena tidak tahu menahu
  4. Menuruti perintah sms di atas secara sebagian dan sebagian lagi melanggarnya karena hal-hal yang bersifat darurat atau diperbolehkan oleh agama Islam atau syar’i

Menurut saya, kita sebagai umat Islam memilih poin nomor 1 pada tingkatan primer. Maksudnya bila tidak dalam kondisi penting/darurat/diperbolehkan oleh ajaran agama Islam atau syar’i, kita wajib menaati peringatan sms di atas. Ini berfungsi untuk membela Islam secara keseluruhan. Apalagi Rasulullah SAW adalah rasul penyampai ajaran Islam secara kaffah dan murni dari Allah SAW. Dan, menaati perintah sms di atas juga bisa sebagai pembuktian dari ucapan kalimat syahadat kita :

“Asyhadu ala ilahailallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”.

Artinya : “Sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Lalu,jika kita tidak mampu memenuhi poin nomor 1, sebaiknya kita memilih poin nomor 4 pada tingkatan sekunder. Artinya, kita bisa melanggar isi sms di atas bila memang kita ada keperluan penting/darurat yang bila kita tidak menggunakan Google atau Youtube,maka keperluan itu tidak akan terselesaikan. Contohnya, download atau menonton video Youtube untuk keperluan tugas kuliah, mencrai literature-literatur penting yang biasanya bisa dicari cepat dengan menggunakan Google, dsb. Namun, perlu diingat pula. Hal ini berarti, para pengguna kedua situs itu tidak boleh kelewatan menggunakannya dan harus dibatasi penggunaanya dengan waktu yang efektif dan sehemat mungkin. Dan,untuk sementara penggunaan kedua situs itu hanya untuk main,iseng, atau urusan tidak penting dihentikan dulu saja.

Untuk poin nomor 3 (mereka yang tidak tahu tentang hal ini), sebaiknya kita memforward atau men share sms di atas atau isi dari topik weblog ini ke saudara/I muslim kita yang lain supaya mereka bisa dengan cepat merespon is isms/weblog ini. Soal mereka mau menuruti isi sms di atas/weblog ini atau tidak, itu semua adalah urusan mereka dan berakhir pada kesadaran mereka masing-masing. Tugas kita hanya menyampaikannya saja. Sesungguhnya, segala amal dan perbuatan baik atau buruk pasti akan mendapatkan balasan-Nya. Wallahualam.

Dan kita jangan sampai memilih  poin nomor 2 (yang melanggar dengan sengaja) karena berarti mereka juga mengkhianati isi syahadat yang pernah mereka ucapkan. Itu berarti pula, mereka tidak melaksanakan ajaran Islam secara kaffah dan secara langsung/tidak langsung mendukung perbuatan tercela yang sudah disebutkan di atas.

Demikianlah isi essai saya seputar hal ini. Mohon maaf bila ada banyak kesalahan dan kekurangan saya di dalamnya. Semoga ini dapat bermanfaat bagi semuanya. Essai atau isi weblog khusus topik/hal ini boleh di share atau disebarkan ke teman-teman,media-media, atau grup-grup lainnya selama itu tidak mengubah isinya secara sebagian atau keseluruhan yang dapat mengubah isi dan tujuan penulisan essai ini. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s