Fungi Favoritku. :-)


Fusarium venenatum

Sebelum bercerita tentang fungi Fusarium venenatum, terlebih dahulu saya menjelaskan  klasifikasi jamur dahulu. Klasifikasi fungi yang terbaru dibedakan menjadi lima filum yaitu filum Chytridiomycota, Zygomycota, Glomeromycota, Ascomycota, dan Basidiomycota.  Filum-filum ini dibedakan berdasarkan strategi reproduksinya, morfologinya, tempat hidupnya, dan sebagainya. (Madigan, 2009)

Namun, yang akan dibahas lebih mendalam adalah strategi reproduksi dan disertai sedikit keterangan lainnya dari masing-masing filum  fungi. Pertama, filum  Chytridiomycota bereproduksi dengan cara aseksual yaitu via zoospora dalam sporangium karena dia bersifat motil dan mempunyai spora flagelata (zoospora). Pada filum ini belum dapat diketahui reproduksi seksualnya karena keterbatasan penelitian terhadap fungi dari filum ini. (Cappuccino, 2008) Fungi dari filum ini memiliki miselium yang bersepta,dinding sel yang berkitin, dan banyak terdapat di tanah dan air tawar. Contohnya pada fungi Allomyces sp dan Batrachochytrium sp. (Madigan, 2009)

Kedua, filum Zygomycota bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual melalui zoospora dalam sporangium (fungi motil) atau melalui sporangiospora atau sporangia dalam sporangium (fungi non motil). Sedangkan reproduksi seksual melalui pembentukkan zygospora (fungi di habitat daratan) atau melalui pembentukkan oospora (fungi di habitat perairan). Selain itu, fungi ini memiliki miselium nonsepta dan spora reproduksi eksternal yang terbuka. (Cappuccino, 2008). Contohnya pada fungi Rhizopus sp dan Encephalitozoon sp (Madigan, 2009).

Ketiga, filum Glomeromycota bereproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora di bagian tip konidiophora. Pada filum ini belum dapat diketahui reproduksi seksualnya karena keterbatasan penelitian terhadap fungi dari filum ini. Fungi ini memiliki miselium bersepta. (Cappuccino, 2008) Fungi jenis ini biasanya hidup bersimbiosis dengan tumbuhan tingkat tinggi dengan cara membentuk endomikoriza via hifa funginya dan memproduksi arbuskula/pembuluh besar yang menembus sel-sel tumbuhan. Tujuannya adalah untuk memudahkan penyerapan mineral dari dalam tanah. (Madigan, 2009)

Keempat, filum Ascomycota bereproduksi aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora di bagian tip konidiophora, sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk askospora yang berisi struktur saclike (pundi-pundi) yang disebut askus. Fungi ini memiliki miselium bersepta. Contohnya adalah jenis-jenis fungi yeast dan molds. (Cappuccino, 2008). Contoh lainnya adalah Saccharomyces sp, Candida sp (berjenis fungi sel tunggal), dan Neurospora sp (berjenis fungi berfilamen). (Madigan,2009).  Fungi Fusarium venenatum yang akan diceritakan nanti adalah salah satu contohnya.

Kelima, filum Basidiomycota bereproduksi aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora di bagian tip konidiophora, sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk basidiospora yang berada di atas permukaan luar pada basidium. Fungi ini memiliki miselium bersepta. Cotohnya adalah jenis-jenis fungi mushrooms (fungi makroskopis), smuts, rusts, puffballs, dan toadstools. (Cappuccino, 2008). Contoh lainnya adalah fungi Agaricus sp dan Amanita sp. Beberapa jenis fungi ini dapat dijadikan sebagai sumber makanan, namun ada pula jenisnya yang beracun. (Madigan,2009).  

Sekarang, saya akan bercerita tentang fungi favorit saya yaitu Fusarium venenatum. Berikut ini adalah gambar funginya.

b

Fusarium venenatum adalah microfungus dari fusarium genus yang memiliki kandungan protein tinggi. Salah satu strain yang digunakan secara komersial untuk proses produksi protein sel tunggal yang bernama mycoprotein. (Wiebe, 2002)

Fusarium venenatum memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut (Wiebe, 2002) :
Kingdom : Fungi
Filum : Ascomycota
Kelas : Sordariomycetes
Ordo : Hypocreales
Family : Nectriaceae
Genus: Fusarium
Spesies: Fusarium venenatum (Wiebe,2002)

Berikut ini adalah karakteristik fungi Fusarium venenatum secara koloni maupun…mikroskopik.
Fusarium venenatum memiliki ciri morfologi koloni yang bersifat wooly( bermi- selium lebat) yang berwarna merah muda atau pink. Selain itu, fungi ini juga memiliki ciri-ciri mikroskopis yaitu terdapat spora multisel atau konidia yang berbentuk oval atau bulan sabit dan menempel pada konidiospora yang tumbuh dari miselium bersepta pada fungi ini.  (Cappuccino, 2008) Fungi ini bereproduksi secara aseksual dan seksual. (rinciannya ada pada cara reproduksi fungi filum Ascomycota yang sudah dijelaskan sebelumnya pada strategi reproduksi fungi).

Sebenarnya, Fusarium graminearum yang sekarang lebih dikenal dengan nama Fusarium venenatum  adalah tahap konidial dari fungi Ascomycote Gibberella zeae. Fungi ini  ada terutama sebagai saprobiont di tanah, meskipun ada potensi  kemampuan parasit terhadap  gandum dan sereal lainnya. Ia memiliki miselium hifa yang sempit, bercabang dan septa. Ini dasar untuk tekstur (dan karena itu ‘kenyal’) secara alami berserat telah dimanfaatkan dalam perumusan yang analog atau mirip dengan daging. (Yoder,1998)

Fusarium venenatum ditemukan tumbuh di Buckinghamshire di Inggris, pada tahun 1967 oleh ICI sebagai bagian dari upaya selama 1960-an untuk menemukan alternatif sumber makanan untuk mengisi kesenjangan pangan  yang disebabkan oleh protein penduduk dunia yang terus bertambah . Itu adalah awalnya orang-orang  salah mengartikannya sebagai Fusarium graminearum. (Wiebe, 2002)

Fusarium venenatum A3 / 5 pertama kali dipilih untuk pengembangan sebagai protein cendawan pada akhir tahun 1960. Hal itu dimaksudkan sebagai sumber protein untuk manusia dan setelah 12 tahun pengujian intensif, F. venenatum A3 / 5 disetujui untuk dijual sebagai makanan oleh Departemen Pertanian, Perikanan dan Makanan di Inggris pada tahun 1984. Hari ini, cendawan-protein diproduksi dalam dua fermentor 150.000 l tekanan-siklus dalam suatu proses berkelanjutan yang output sekitar 300 biomassa kg / jam Proses kontinyu biasanya dioperasikan untuk sekitar 1.000 h. Salah satu faktor yang membatasi panjang produksi berjalan adalah munculnya mutan bercabang dalam populasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi waktu penampilan mutan tersebut dan sejumlah strategi untuk menunda penampilan mereka telah diselidiki. Setelah pengurangan isi RNA, biomassa jamur dicampur dengan telur albumin dan dibuat menjadi berbagai produk. Konsumsi ini dapat menyebabkan kolesterol darah yang berkurang dan asupan energi yang lebih rendah di makan berikutnya. Protein fungi F. venenatum sekarang digunakan dalam produk yang tersedia di enam negara Eropa dan ada rencana untuk itu untuk dijual di beberapa negara seperti Perancis, Amerika Serikat dan Jerman.
Strain Fusarium  venenatum A3 / 5 (IMI 145425, ATCC PTA-2684) dikembangkan secara komersial oleh perusahaan Hovis ICI dan venture  McDougall bersama untuk memperoleh sebuah mycoprotein digunakan sebagai makanan. Karena hifa dari jamur tersebut adalah sama panjang dan lebar serat-serat otot hewan mycoprotein digunakan sebagai alternatif untuk daging dan dipasarkan untuk vegetarian sebagai Quorn. Hal ini juga cocok sebagai pengganti lemak dalam produk susu dan pengganti sarapan sereal dalam sereal dan makanan ringan. (Wiebe, 2002)
Mycoprotein diproduksi oleh respirasi anaerobik atau fermentasi. Di Inggris Departemen Pertanian, Perikanan dan Pangan mycoprotein disetujui untuk dijual sebagai makanan pada tahun 1985. (Wiebe, 2002)

Proses sterilisasi dalam produksi mycoprotein dari fungi Fusarium venenatum dijelaskan sebagai berikut : Tindakan pencegahan yang diambil ketat untuk menghindari kontaminasi dengan organisme yang tidak diinginkan yang akan merusak produk dan bersaing dengan Fusarium untuk substrat. T Ini termasuk sterilisasi awal fermentasi, dengan menggunakan uap.  Nutrisi masuk disterilisasi panas dan suplai udara yang disaring digunakan. Kondisi di dalam fermentor tersebut dipantau dengan cara probe.  Penyesuaian pH, konsentrasi suhu, nutrisi dan suplai oksigen dapat dibuat seperti yang diperlukan untuk mengamankan tingkat pertumbuhan optimal.  Setelah muncul dari fermentor tersebut, mycoprotein yang dikenakan suhu 65 ° C, pengobatan yang memicu rusaknya sebagian besar asam nukleat jamur, tingkat yang tidak akan melebihi batas kesehatan dan keselamatan.

Bahan tersebut kemudian dikeringkan di dalam alat sentrifugasi besar.  Ini muncul dari pengering tampak agak seperti kue dan memiliki bau seperti jamur sedikit.  Hal ini kemudian diolah menjadi produk makanan yang biasanya mengandung bumbu ditambahkan dan bahan lainnya. (Yoder,1998) Berikut ini kandungan gizi mycoprotein :

Constituent Unsur Mass (g per 100g) Massa (g per 100g)
Protein Protein 11.8 11.8
Dietary fibre Diet serat 4.8 4.8
Fat Lemak 3.5 3.5
Carbohydrate Karbohidrat 2.0 2.0
Sodium Sodium 0.24 0.24
Cholesterol Kolesterol 0.0 0.0
Water Air 75.0 75.0

Massa tersisa mencakup berbagai macam mineral dan vitamin, terutama seng dan vitamin B 12, serta senyawa-senyawa seperti asam nukleat. Mycoprotein yang dihasilkan dari fungi Fusarium venenatum memiliki beberapa keuntungan yaitu:

tidak ada lemak hewani keseluruhan lemak dan kecil; kolesterol, kandungan protein yang tinggi (nilai gizi setinggi itu protein susu skim), serat konten diet yang tinggi, dan mengandung sejumlah unsur jejak yang berguna dan vitamin B. (Yoder,1998)

Daftar Pustaka

Cappuccino, James G. 2008. Microbiology Laboratory Manual 7th ed. San Fransisco : Pearson Benjamin  Cummings. Page : 227-228 and 244.

Madigan, Michael T. 2009. Biology of Microorganism 11th ed. San Fransisco : Pearson Benjamin Cummings. Page : 538-543

Wiebe, MG. 2002. Myco-protein from Fusarium venenatum: a well-established product for human consumption. Appl Microbiol Biotechnol. 58 (4):421-427

Yoder, WT and Christianson. 1998. Mycoprotein.  http://www.biotopics.co.uk/edxcel/biotechnol/myco.html. Accessed : 10/11/2011, 10:20

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s