Pengenalan Jurusan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dan prospek tiap jurusannya


Peminat Ujian tertulis tahun 2011 : 828

*TIDAK BOLEH BUTA WARNA*

SITH ITB

1. BIOLOGI (cukup jelas)
Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang mahluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan mikroba. Beberapa aspek yang akan dipelajari misalnya adalah genetika, struktur organisme, perkembangan organisme, fisiologi, ekologi dan penerapan ilmu biologi.
Banyak sekali hal-hal menarik yang akan teman-teman temui di alam semesta ini saat teman-teman mempelajari Biologi. Lalu apa kelebihannya ilmu-ilmu Biologi yang dipelajari di ITB dengan yang sudah didapatkan di SMA? Sebagai sebuah institut yang berbasiskan teknologi, tentu saja kajian-kajian terhadap ilmu Biologi di ITB lebih mendalam dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi, apalagi mengingat bahwa saat ini dan masa depan disebut sebagai Era Bioteknologi.
Pada program studi Biologi ITB, teman-teman akan mengenal rekayasa gen, kultur jaringan, pengendalian hama, konservasi hutan, stem cell (kultur sel hewan), dll. Pengetahuan yang dipelajari tersebut dapat diterapkan pada berbagai bidang, misalnya bidang kedokteran, pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, lingkungan, dan teknologi yang biasa disebut bioteknologi.
Hal lain yang menarik dari Biologi ITB adalah jangkauan penelitiannya yang luas, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas dan keingintahuannya. Misalnya saja, mahasiswa yang tertarik untuk meneliti tentang kanker dapat melakukannya disini. Mahasiswa yang tertarik untuk menjadi pengusaha pun dapat mengembangkan minatnya tersebut, dengan memilih berkonsentrasi pada kajian ilmu tertentu misalnya pengembangan pakan ikan berkualitas yang murah, pembuatan makanan ringan dengan bantuan bakteri dan jamur (mis. yogurt dan keju), pengelolaan tanaman hias, dll.
Proses belajarnya pun tak kalah menarik, karena pada program studi Biologi teman-teman akan merasakan apa yang dinamakan kuliah lapangan, yaitu kegiatan belajar yang dilakukan di alam bebas. Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Nasional Bali Barat merupakan contoh tempat yang pernah dijadikan tujuan kuliah lapangan. Disana teman-teman akan mengamati perilaku hewan, mengamati fenomena alam, dan juga mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas.
lmu apapun tidak dapat berdiri sendiri, begitu pula dengan ilmu Biologi.
Beberapa ilmu yang terkait dengan Biologi adalah Matematika, Fisika, dan Kimia. Ketiga ilmu tersebut menjadi alat bantu dalam memahami proses Biologi yang ada. Matematika menjadi penting bagi mahasiswa Biologi karena banyak proses di alam yang perlu dibuat pemodelannya, hingga bentuknya menjadi lebih sederhana. Bagaimana serangga bisa berjalan di atas permukaan air, merupakan salah satu fenomena yang dapat dijelaskan dengan konsep Fisika. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup seperti proses fotosintesis, pencernaan makanan, pencarian pasangan pada serangga, mekanisme pembentukan dan kerja hormon, merupakan bagian yang tidak lepas dari ilmu Kimia.
Prospek Kerja
  • Instansi Pemerintah: seperti Departemen Pertanian, Departemen Kehutanan, Departemen Kesehatan, Departemen Kelautan & Perikanan, atau Kementerian Lingkungan Hidup di tingkat pusat maupun daerah.
  • Industri yang berkaitan dengan bahan makanan, obat-obatan, pertambangan dan lain-lain (mis. Kimia Farma, ARCO, PT Freeport, Caltex, KPC, Nestle, Indofood, Unilever, Indofood, Ultrajaya, Garuda Food).
  • Lembaga Penelitian yang berkaitan dengan pertanian, kesehatan, kehutanan, teknik rekayasa dan lain-lain (mis. LIPI, BPPT, Eijkman Institute, Biofarma, RSHS, US Namru, CIFOR).
  • Lembaga Pendidikan sebagai dosen atau guru (mis. PTN, PTS, berbagai tingkatan sekolah)
  • Wiraswasta, misalnya sebagai pengusaha jamur, pengusaha pakan ternak, pengusaha bahan olahan mikroorganisme (yogurt, keju), pembenihan tanaman, konsultan lingkungan, dll..
  • Organisasi Non-Pemerintah atau Lembaga Swadaya Masyarakat dalam berbagai bidang kegiatan (mis. WWF, Flora Fauna International, Walhi, YPBB, Indecon).
  • Lain-lain (mis. perbukuan, media massa/ pengenalan biologi melalui media radio dan televisi)
2. BIO-ENGINEERING (rekayasa hayati)
Bio-engineering merupakan interdisiplin Ilmu Kehayatan (Bio-sciences) dan Teknik(Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bio-sistem untuk meningkatkan efisiensi fungsi dan manfaat biosistem.
Perekayasaan biosistem disini mencakup pengertian, seperti perekayasaan proses biologis, pengoperasian agen hayati terekayasa, pembuatan peralatan baru berbasis biosistem atau teknologi untuk pengembangan biomaterial. Bio-engineering dapat diaplikasikan dalam perekayasaan sistem produksi untuk pengembangan industri bio-produk.
Bioengineering sendiri termasuk masih muda loh. Baru diresmiin pada bulan juli tahun 2010 dan Alhamdulillah, teman2 Bioengineering angkatan 2010 SITH ITB jadi angkatan pertama. Sejarah bioengineering dimulai, karena bioengineering ITB merupakan jurusan Bioengineering pertama di Indonesia. Di dunia masih jarang.

 

Apa sih yang dipelajarin,Kakak???

Yang utama sih tetep biologi, tapi beda banget loh. Bioengineering lebih sedikit materi biologinya daripada jurusan Biologi maupun Mikrobiologi, InsyaAllah. Menurut aku, kalau dipresentasekan, pelajaran biologinya cuma 60%an, kalau biologi maupun mikro kagak salah 90%. Terus, ada juga pelajaran Matematikanya juga, ya sekitar 25 %an, Fisika 10%, Kimia 15%. Kayak ngulang SMA kurang lebih.
HAH,,,ADA MATEMATIKANYA DAN FISIKA???????
Takut ya, tapi kalau di Bioengineering tuh beda sama teknik-teknik lain. Masak sih, orang Biologi disuruh se “hebat” orang teknik lain. Kalau di bioengineering, pelajaran matematikannya di ajarin dari dasar, bebannya juga lebih sedikit. Kalau saat ini saya sudah merasakan 8 bulan di jurusan bioengineering. Alhamdulillah kami satu jurusan kompak, pada saat mau UAS. Ada belajar bereng se jurusan, tutorial oleh teman sendiri juga ada, maklum angkatan pertama nggak punya kakak kelas. Jadi jangan takut yah, kalau di bioengineering ada matematika dan fisika.
Kalau masuk bioengineering prospeknya bagaimana? Kan jurusan Baru?
Prospeknya cukup luas, mulai perkebunan, pertanian, pokoknya yang berbau hayati semua bisa di masukin. Tugas Bioengineer ( Julukan setelah lulus jurusan Bioengineering) dituntut untuk bisa merancang pabrik hayati. hampir mirip lah sama jurusan Teknik Kimia, bedanya kita membuat sebuah pabrik berbasis bahan-bahan RENEWABLE. Jadi jangan takut sama prospeknya.
Cerita baru-baru ini, ada sebuah Perkebunan, Perusahaan Pupuk di indonesia yang sudah mengontak dan siap menampung para Bioengineer.

Tau nggak tentang Biogas, biodiesel, bioetanol, bio-bio yang lain, itulah bagian dari tugas para bioengineer. Bioengineer ditugasin untuk merancang sebuah pabrik bio yang bisa mengahasilkan semua itu secara maksimal dan dengan biaya yang seminimal mungkin, biar bisa bersaing dengan produk-produk yang lain.

 

Terus, apa dong bedanya sama Jurusan Rekayasa hayati, Pertanian dan Kehutanan?
Kalau di Rekayasa Hayati bisa merekayasa 100% lingkungan objek dengan BIOREAKTOR apaan sih bioreaktor???? search di google, sedangkan pertanian kan nggak bisa di bioreaktor tuh jadi kata dosenku hanya bisa merekayasa 30% kan objeknya juga disawah, ngerekayasanya pakai apa kakak yang pertanian itu? Ngerekayasanya ya dengan penambahan nutrisi di tanah-tanah sawah atau sejenisnya, dengan mengolah lahan, merekayasa lingkungan dengan menambah pohon-pohon besar di sekitar sawah agar suhu bisa diturunin…gitu….ceritanya

Mata Kuliah yang menggambarkan Bioengineering atau rekayasa hayati
1. Termodinamika Sistem Hayati
2. Bioprospek Tumbuhan Tropika
3. Neraca Massa dan Energi Rekayasa Hayati 4. Bioteknologi Tumbuhan dalam Bioindustri
5. Pemodelan Dinamik Rekayasa Hayati
6. Sensor dan Isntrumentasi Sistem Hayati
7. Perancangan Bioreaktor
8. Prinsip-prinsip Pemisahan Bioproduk
9. Perancangan Produk dan Proses Sistem Hayati
9. Tugas Akhir Pra-rancangan Sistem Produksi Hayati
Sumber : ol.akademik.itb.ac.id
3. MIKROBIOLOGI
Mikrobiologi merupakan ilmu terapan yang memanfaatkan mikroorganisme (mikroba) sebagai alat untuk peningkatan kualitas hidup manusia. Pada awalnya pemanfaatan mikroba hanya berkisar pada industri makanan saja. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, mikroba pun banyak digunakan untuk kegiatan manusia yang lainnya seperti pengelolaan limbah, pengembangan ilmu pengetahuan di bidang rekayasa genetika dan lain sebagainya.
Sesuai dengan namanya, pada program studi Mikrobiologi teman-teman akan mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan mikroba. Hal ini tentu akan berbeda dengan program studi Biologi yang cakupan ilmunya lebih luas. Di prodi Mikrobiologi teman-teman tentu tidak banyak berhubungan langsung dengan tumbuhan dan hewan, walaupun tetap ada interaksi antara mikroba dengan tumbuhan dan hewan, misalnya untuk masalah yang berkaitan dengan penyakit tanaman, penyakit infeksi, dsbnya. Di prodi Mikrobiologi teman-teman akan belajar teknik rekayasa genetika, kultur sel, teknologi fermentasi, pembuatan makanan yang prosesnya melibatkan mikroba, dll.
Teknik rekayasa gen dan kultur sel tentunya akan banyak berhubungan dengan ilmu mikrobiologi karena mikroba (terutama plasmid) merupakan alat yang digunakan untuk menyisipkan gen ke dalam organisme lain. Misalnya, ketika kita ingin memasukkan gen anti hama pada tumbuhan tertentu maka kita akan mengambil plasmid dari suatu bakteri kemudian kita sisipkan gen anti hama. Setelah proses tersebut selesai, bakteri akan dimasukkan ke tanaman.
Dengan kuliah di mikrobiologi, teman-teman pun dapat memanfaatkan berbagai pengetahuan yang ada untuk membuat berbagai jenis makanan sehat yang prosesnya menggunakan mikroba atau langsung memanfaatkan mikroba yang ada. Misalnya, yogurt dan keju. Dua jenis makanan ini merupakan makanan yang proses pembuatannya dibantu oleh mikroba. Takaran dan jenis mikroba yang digunakan akan mempengaruhi rasa yogurt dan keju yang dihasilkan dari proses fermentasi.
Selain itu, kini mikroba mulai digunakan untuk mengatasi masalah limbah. Misalnya, pada saat pengangkutan minyak bumi dari pengeboran lepas pantai atau distribusi minyak bumi dari satu tempat ke tempat yang lain. Jika terjadi kebocoran di laut sehingga mengakibatkan tumpahan minyak bumi (yang tentunya mencemari laut), mikroba tepatnya bakteri tertentu memiliki kemampuan untuk membantu proses pembersihan laut. Caranya ? Bakteri tersebut akan “memakan” minyak yang ada.
Proses belajar pun akan ditunjang dengan berbagai macam kegiatan yang menarik seperti praktikum, kuliah lapangan, kunjungan ke lembaga dan instansi terkait, dll. Praktikum merupakan bagian dari mata kuliah, menjadi salah satu tempat bagi teman-teman untuk membuktikan atau melihat langsung fenomena alam yang dipelajari. Kuliah lapangan akan membantu teman-teman untuk melihat langsung fenomena tersebut di alam. Wacana dan pengetahuan teman-teman pun akan bertambah ketika melakukan kunjungan ke lembaga atau instansi yang menggunakan mikroba dalam proses kerjanya. Proses belajar tidak akan membosankan dan tentunya meningkatkan pengetahuan teman-teman tentang mikroba dan pemanfaatannya.
Prospek Kerja
  • Instansi Pemerintah
    • Lulusan Mikrobiologi dapat bekerja di berbagai Departemen seperti Departemen Pertanian, Departemen Pertambangan dan Perminyakan, Departemen Kesehatan, dll. Selain itu, PTN/S, BATAN, Biofarma, dan Balitsa merupakan tempat yang tepat bagi lulusan Mikrobiologi yang ingin mengambangkan pengatahuannya sebagai pengajar atau peneliti
  • Industri
    • Lulusan Mikrobiologi banyak dibutuhkan di industri makanan, seperti Indofood, Garuda Food, Walls, Ultrajaya, dll. Biasanya lulusan Mikrobiologi akan bekerja sebagai staff “Quality Control”, “Quality Assurance”, ataupun di bagian “Research and Development”
  • Wiraswasta
    • Lulusan Mikrobiologi pun dapat mengambangkan beberapa produk makanan yang ada seperti tahu, tempe, keju, yogurt, dll sebagai usaha kecil dan menengah. Selain itu, menjadi pengusaha jamur pun dapat dijadikan sebagai pilihan usaha.
  • Konsultan Lingkungan
    • Lulusan memiliki pengetahuan tentang pengelolaan limbah dengan bantuan mikroba. Oleh karena itu, lulusan Mikrobiologi mampu bekerja sebagai konsultan yang berbasis lingkungan.
4. REKAYASA KEHUTANAN
Ilmu yang membahas berbagai hal yang berkenaan dengan praktek pembangunan, pengelolaan, perawatan dan pengkonservasian hutan. Mencakupi pengusahaan tanah hutan sbg sumber produksi yg permanen, penanaman dan penggunaan kayu, pengaturan hutan guna proteksi air, pengaliran air sungai, dan manajemen binatang liar di hutan.
 Rekayasa Kehutanan (Forestry Engineering) merupakan interdisiplin ilmu kehutanan (Forestry Science) dan Teknik (Engineering) yang diaplikasikan dalam perekayasaan berbasis bioproses serta biosistem untuk menjaga kelestarian hutan, memanipulasi hutan agar pemanfaatannya berkelanjutan, dan membangun/mengkonstruksi hutan-hutan baru. Pendidikan dalam rekayasa kehutanan mengutamakan cara pandang holistik yang menempatkan hutan sebagai ekosistem yang harus dipelajari dalam konteks keterkaitannya dengan  berbagai aspek lingkungan, ekonomi dan sosial-masyarakat
 Kompetensi teknis utama rekayasa kehutanan diarahkan untuk menjaga, memanipulasi dan membangun hutan menggunakan prisip-prinsip rekayasa untuk mencapai efisiensi energi dan materi yang optimal serta mengaplikasikan berbagai teknologi yang tersedia untuk membangun dan mengelola hutan.
5. REKAYASA PERTANIAN
Ilmu pertanian adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan budidaya pertanian beserta teknologi pertanian. Inti dari ilmu-ilmu pertanian adalah biologi dan ekonomi. Karena pertanian selalu terikat dengan ruang dan waktu, ilmu-ilmu pendukung, seperti ilmu tanah, meteorologi, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Usaha tani (farming) adalah bagian inti dari pertanian karena menyangkut sekumpulan kegiatan yang dilakukan dalam budidaya.
Tujuan Pendidikan Program Studi Rekayasa Pertanian adalah melaksanakan pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan profesional yang handal dan tangguh untuk mengembangkan sumberdaya hayati (dengan Jawa barat sebagai model pemerintahan) yang berkelanjutan demi memenuhi swasembada kebutuhan pokok dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat dan Indonesia umumnya.
Disamping itu lulusan harus mampu mengembangkan diri dan menyesuaikan diri terhadap perkembangan IPTEK dan perkembangan masyarakat.  Agar tujuan pendidikan ini tercapai, maka isi dari Program Studi Rekayasa Pertanian harus dapat:

–          Diperkenalkan dengan mempertimbangkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa, dan potensinya di waktu yang akan datang.
–          Memiliki arti personal dan sosial kepada mahasiswa, dan meningkatkan kemampuannya mengambil keputusan yang beretika.
–          Memperluas dan memerinci pemahaman dan penghargaan mahasiswa terhadap sains, teknologi, dan ilmu rekayasa
–          Diajarkan dengan cara yang bervariasi sehingga menunjukkan proses, keterampilan, dan kemampuan perancangan.
–          Menantang siswa pada suatu tingkatan dasar, serta meningkatkan semua segi pengetahuan tentang pertanian, dan pembelajaran yang tak terbatas.
–          Dinilai / diujikan dalam konteks yang sesuai.

Sumber : Akademik.itb.ac.id

2 thoughts on “Pengenalan Jurusan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB dan prospek tiap jurusannya

    • Maaf, bru bales sekarang, karena kesibukan saya dan nanya2 jawabannya yg lebih yakin dulu. Semuanya ada, tapi fisika dan matematika dari kehutanan dan pertanian ga sebanyak BE (Bioengineering). Ini kata temen saya yang kuliah di sana. Dia dapat jawabannya dari dosennya. Semoga bisa membantu,Kawan.🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s