Jas Merah Maya


Sejarah

Bismillahirrahmanirrahim.,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar teman-teman semua? Semoga teman-teman semua selalu diberi kesehatan dan senantiasa di bawah lindungan Allah SWT.  Dan, semoga isi dari note ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan  orang-orang yang membacanya. Aamiin.

Dari judul note di atas tentunya teman-teman berpikir mengapa saya mengambil judul di atas. Namun,pada kesempatan ini saya tidak membicarakan judul di atas (Jas Merah Maya) secara denotatif (arti sebenarnya),tetapi secara konotatif (makna kiasan). Saya tidak punya jas berwarna merah dan juga tidak punya teman yang bernama Maya, apalagi cermin cembung atau lensa cekung yang bayangannya bersifat maya. Jas Merah Maya di sini bukan berarti jas berwarna merah punya Maya atau pun jas merah yang tidak nyata (gaib) atau dsb, namun hal ini berarti sesuatu yang berbeda yang akan dijelaskan selanjutnya.🙂

Jas Merah Maya di sini adalah gabungan dua bagian besar kata. Hal ini akan dijelaskan dengan rumus sebagai berikut :

  1. Jas Merah Maya = Jas Merah + Maya.

a. Jas Merah = JAngan Sekali-kali MEninggalkan sejaRAH.

Ini merupakan kata-kata terkenal dari Presiden pertama NKRI, Ir. Soekarno. Beliau berpesan kepada seluruh bangsa dan rakyat Indonesia (khususnya) dan seluruh bangsa dan rakyat dunia (umumnya) bahwa jangan pernah sekali pun melupakan  dan meninggalkan sejarah terjadinya segala hal di dunia ini,termasuk berdirinya suatu negara.

Itu karena setiap sejarah mengandung makna dan latar belakang serta berbagai peristiwa indah dan atau pahit serta hikmah yang tak terhingga supaya setiap orang atau bangsa bisa belajar dari masa lalu agar bisa memahami ,menghayati, dan melakukan perannya dengan sebaik-baiknya di masa sekarang serta tidak mengulangi atau minimal mengurangi kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Selain itu,hal ini berarti bisa membantu setiap orang atau bangsa bisa menentukan,merancang, dan melakukan misi dan visinya untuk masa depan mereka agar lebih cerah. Itu karena mereka telah memiliki suatu pedoman atau pegangan atau bahkan doa yang baik yang telah dibawa atau dikirim dari masa lalu atau sejarah. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah nama yang kita sandang selama hidup kita.

b. Maya = naMa saYa

Begitu juga dengan nama kita,termasuk nama saya. Tentunya teman-teman semua memiliki nama,entah itu nama lengkap yang disandang sejak lahir,nama panggilan,nama julukan, atau nama alias. Dan hakikat pemberian nama kepada kita sebagai anak adalah agar  kita dikenal di dunia serta orang-orang memuliakannya.

Oleh sebab  itu,dalam agama Islam  para  ulama  bersepakat  akan  wajibnya  memberi  nama  kapada  anak  laki-laki  dan perempuan dan bila  seseorang  tidak  diberi  nama,  maka  ia  akan  menjadi seorang yang majhul (=tidak dikenal) oleh masyarakat.

Namun,khusus untuk nama asli kita sejak lahir yang kita sandang hingga sekarang dan entah sampai kapan itu merupakan pemberian dan doa dari kedua orang tua kita. Mereka sangat berharap kita sebagai anaknya dapat menjadi generasi penerus mereka yang baik,beriman,bertakwa,berakhlak mulia,memiliki kecerdasan yang tinggi,dapat bermanfaat bagi masyarakat,dan berbagai doa dan harapan baik lainnya yang seringkali atau selalu mereka selipkan atau masukkan pada nama kita.

Hal mengenai nama kita merupakan kewajiban bagi kedua orang tua yaitu memilih nama  terbaik bagi anaknya, baik dari sisi lafadz  dan  maknanya,  sesuai  dengan  syar’iy  dan  lisan  bahasa Arab serta berbagai bahasa-bahasa lain yang ada di dunia ini. Berikut ini adalah dalilnya :

Telah  tsabit dari hadits Mughiroh bin Syu’bah  radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia bersabda :

“Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih” (HR. Muslim).

Nama yang baik merupakan hak seorang anak, telah disebutkan juga dalam sebuah hadist :

” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR.Aththusi).

Berikut ini akan dijelaskan tentang kisah asal usul nama lengkap saya dan berbagai hal yang manis maupun pahit yang mewarnai sepanjang jalur kehidupanku.

2. Ariesta Rakhmat Isfandito

Nama di atas adalah nama lengkap sejak saya  dilahirkan pada hari Kamis,jam 23:35,tanggal 19 April 1990 di kota Bandung,Jawa Barat,Indonesia. Nama depan dan belakang merupakan pemberian dari ibu saya tercinta sejak beliau hamil,sedangkan nama tengah merupakan nama pemberian ayah saya yang penuh kasih sayang saat saya sudah lahir. Mereka berdua sungguh banyak memberikan inspirasi,cinta,kasih sayang,bantuan,nasihat,bimbingan,dan masih banyak lagi. Hal ini sudah saya rasakan sejak kecil dan juga lewat nama saya. Dampaknya pun masih bisa saya rasakan hingga sekarang. Berikut ini akan saya jelaskan asal usul nama saya secara lengkap dengan penjelasannya.

a. Nama depan : Ariesta = Aries + Ta

a1. Aries itu adalah zodiak astrologi yang berlmbang domba dan bersimbol tanduk domba dengan periode tanggal 21 Maret-19 April tahun berapa pun. Zodiak ini memiliki sifat-sifat umum :

(1)   Sifat agak keras kepala dan suka akan hal-hal baru

(2)   Daya pikirnya luas dan selalu ingin berkembang

(3)   Sifat pantang mundurnya dalam segala hal menyebabkan dia dapat menjadi pimpinan yang sukses

dan juga ciri-ciri khas :

(1)   Jiwa yang selalu riang gembira menyebabkan dia tumbuh sehat dan kuat

(2)   Cita-citanya sangat tinggi hanya kadang-kadang tak tercapai

(3)   Dalam mengerjakan sesuatu ingin lekas selesai

(4)   Di balik semua itu, dia membela orang yang dianggapnya benar

(5)   Dalam bidang kesehatan, biasanya termasuk orang yang jarang sakit

Melihat penjelasan di atas, saya merasa dan juga ternyata sudah melakukan sebagian besar sifat-sifat umum dan juga memiliki ciri-ciri khas di atas,walau pun tidak seluruhnya,baik secara sadar maupun tidak sadar. Contohnya,saya kadang suka mengerjakan laporan praktikum semalaman hingga selesai walaupun waktu tidur saya terganggu atau tidak tidur sama sekali.

Lalu,saya juga suka keras kepala bila ada prinsip atau keinginan saya yang diganggu oleh sebagian orang lain. Terus,saya juga memiliki klub favorit atau tokoh pujaan. Bila ada orang lain yang mengejeknya,saya tidak terima dan membalas ejekan mereka. Saya memang jarang sakit,tetapi kadang bisa terkena penyakit yang parah seperti bronkhitis waktu SD atau tipes setelah lulus SMA. Tetapi sekarang saya sudah sembuh,walau asmaku masih kadang-kadang kambuh. Tapi,sekarang sudah jarang. Ya,ternyata nama Aries ini mendarah daging dalam jiwa raga saya selama ada di kehidupan ini.🙂

a2. Ta itu sebenarnya adalah kata pelengkap untuk kata Aries sehingga menjadi Ariesta. Orang tuaku pun tidak tahu arti kata Ta,namun seperti member isyarat tersirat padaku untuk mencari sendiri artinya. Akhirnya saya mengetahuinya. Lewat kamus besar Indonesia-Inggris, ta itu berarti “to.1” yang memiliki arti ke yang menandakan “right” yang berarti menuju atau tepat atau menandakan persetujuan. Ini berarti penambahan nama Ta adalah untuk menegaskan bahwa saya berzodiak Aries.

Selain itu,alasan yang paling kuat adalah karena ibuku ingin aku menjadi bintang (seperti makna zodiak astrologi) seperti bintang kelas, bintang sekolah, bintang perguruan tinggi, atau pun bintang-bintang yang bermanfaat bagi Allah, diri sendiri,kelurga, masyarakat dan lingkungan sekitar serta Negara dan dunia. Alhamdulillah,  sebagian besar harapan ibu itu terkabul walau tidak sempurna dan tidak semuanya tercapai.🙂

Namun, ada cerita agak kontroversial untuk nama depanku ini. Penyebabnya adalah ternyata nama Ariesta ini banyak dipakai oleh para wanita daripada pria. Akibatnya, saya sering dipanggil Mbak (bukan Mas) saat namaku dipanggi loleh sebagian orang-orang,terutama oleh guru atau dosen. Rupanya mereka terkecoh dengan namaku ini karena saya seorang wanita dan langsung kaget saat melihat saya yang sebenarnya.  -___-“  Namun,sekarang hal itu sudah jarang terjadi.🙂 Walaupun begitu,saya tetap bersyukur memiliki nama ini sebab  selain mengandung doa, juga unik karena saya seorang pria diberi nama yang kebanyakan sudah dipakai wanita.

b. Nama tengah : Rakhmat

Nama ini hanya satu kata saja dan berasal dari bahasa Arab yang berarti karunia atau belas kasih. Ayah saya pernah berkata bahwa saya merupakan karunia dari Allah karena ayah dan ibu sudah cukup lama mendambakan kelahiran anak dan ketika saya lahir, mereka sungguh bahagia dan senang sekali rasanya.🙂

Selain itu, nama tengah ini juga diambil dari nama seorang teman ayah dan ibu yang bernama sama juga dengan nama ini. Kata ayahku, beliau orangnya sangat baik,ramah, dan gemar menolong orang lain dan bahkan beliau banyak memberikan nasihat-nasihat yang baik pada masa setelah pernikahan ayah dan ibu. Dan mereka berdua sangat senang dan bahagia menerimanya,terutama saat saya masih ada dalam kandungan ibuku. Ayahku pun sangat berharap saya bisa meneladani beliau. Saya pun mengangguk dan berusaha keras semampunya agar bisa meneladaninya.  :-)

Btw,nama tengah ini sempat ditulis salah di daftar absen sekolah lanjutan menjadi Rakhmati atau Rakhmawati dan lagi-lagi saya dikira wanita. -__-“ Mungkin ini karena pengaruh nama depanku. Orang tuaku memprotes kesalahan ini. Untunglah pihak sekolah meminta maaf dan mengubahnya menjadi nama tengah semula dan saya pun kembali dipanggil sebagai orang pria. Untunglah.🙂

c. Nama belakang : Isfandito = Is + Fan + Dito

Nama ini merupakan nama yang sangat jarang saya temui karena begitu saya cari via Google ternyata kebanyakan hanya nama belakang saya ini yang muncul dan hampir tak ada satupun yang sama atau menyerupai nama ini. Berarti ini adalah salah satu nama saya yang khas dan unik serta bisa jadi pembeda dengan yang lainnya. Mungkin untuk ke depannya, saya akan menggunakan nama ini sebagai nama pena penulis atau pun nama keluarga (marga) untuk keluarga baru saya nanti. Insya Allah.

c1. Is itu sebenarnya dua huruf awal nama ibuku. Itu karena beliau sangat menyayangi saya sejak lahir hingga sekarang dan menjadi salah satu buah cintanya yang berharga dengan  ayahku. Namun,saya juga bisa menafsirkannya sebagai dua inisial yang terpisah : Is = IS = I + S. I adalah inisial nama ibuku dan S adalah inisial nama ayahku. Jadi,pemberian nama Is ini supaya saya terus mengingat orang tua saya dan karena saya lahir karena takdir Allah melalui mereka berdua.🙂

c2. Fan itu merupakan bentuk pengucapan dari fun yang berarti gembira atau menyenangkan. Ibuku berharap agar saya senantiasa gembira dengan kehidupan ini. Saya juga menafsirkannya agar saya tetap senang hati menerima apapun takdir dari Allah. Bila mengalami atau menghadapi  ujian,saya bersabar dan bila menerima atau mengalami anugerah atau kenukmatan,saya bersyukur. Insya Allah, saya berusaha sebaik-baiknya untuk melakukannya.🙂

c3. Dito itu merupakan nama favorit dan panggilan kesayangan orang tuaku sejak saya lahir. Penyebabnya karena kedua orang tuaku sudah terlanjur cinta dengan nama ini sebab nama ini sangat enak untuk memanggilku. Waktu saya,tanya kepada kedua orang tuaku,ternyata mereka berdua juga tidak mengetahi artinya,yang penting nama ini bagus. Akibatnya semua teman-teman masa kecilku dan keluarga besarku memanggilku dengan nama ini. Jadi,jangan heran bila di rumah,saya tidak dipanggil Aries atau Tata atau Ariesta,tetapi nama Dito ini. Meski begitu, saya tetap senang dan bahagia sebab orang-orang pada senang memanggil namaku ini.🙂

Saya pun mencari arti nama Dito ini. Saya menemukan beberapa artinya,namun terasa kurang pas atau tidak sesuai dengan hati saya. Akhirnya saya menemukan makna yang baik. Kata Dito berasal dari kata Dita yang dalam bahasa Slavia berarti hadiah. Saya sangat bahagia menemukan arti kata ini. Semoga saya merupakan hadiah dari Allah untuk kedua orang tua saya dan juga untuk dunia ini. Insya Allah. Semoga pula saya dapat memberikan hadiah dan saling berbagi kebahagiaan dengan Allah, sesama manusia, makhluk-makhluk ciptaan-Nya dan juga lingkungan dunia yang merupakan hasil karya-Nya yang sungguh indah and penuh harmoni. Aamiin.🙂

Jadi,tolong panggil saya Aries,karena sesungguhnya itu nama panggilan terfavorit saya,meski saya juga menyukai nama panggilan lainnya yang sudah disebutkan di atas. Sesungguhnya kita diperintahkan atau dianjurkan untuk memanggil nama saudara-saudari kita dengan nama panggilan yang baik dan yang disukainya.🙂

Saya mohon maaf karena note ini kepanjangan sebab ini merupakan kebiasaan saya yang disadari dan tidak disadari serta yang disengaja atau tidak disengaja. Sebab,sejak kecil saya suka menulis dan tulisannya kadang banyak dan melebihi batas. Mungkin karena saya ingin jadi seorang penulis atau sastrawan sehingga note ini jadi seperti cerpen atau novelet. Saya sangat berterimakasih kepada teman saya yang sudah memuat post tentang asal usul namanya di weblognya sehingga saya terinspirasi dan akhirnya membuat note dengan tema yang sama. Saya mohon maaf juga kepadanya sebab saya juga mengutip dalil dan kata-katanya ke note ini.

Akhir kata, tolong maafkan saya bila ada kesalahan dalam kata-kata dan sikap saya kepada teman-teman di note ini. Atas perhatian teman-teman semuanya, saya  mengucapkan terimakasih. Keep spirits forever to read and write everything in the world.🙂

NB : Mari kunjungi weblog saya di https://arieslenterajiwaku.wordpress.com/  dan follow twitter saya di @aris_fandito22   Terimakasih.🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirrabilalamin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s