Menulis itu Indah dan Pohon Raksasa itu


Bismillahirrahmanirrahim.,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apa kabar teman-teman semua? Semoga teman-teman semua selalu diberi kesehatan dan senantiasa di bawah lindungan Allah SWT. Aamiin. Akhirnya setelah terakhir kali saya menulis note pada tanggal 01 Oktober 2011, saya menulis note lagi pada hari ini. Semoga isi dari note ini dapat bermanfaat bagi orang-orang yang membacanya. Aamiin.

Entah kenapa pada malam ini saya ingin membagi salah karya sastra murni hasil karya sastra. Ya, karya sastra saya sejak masa kelas tiga SMA hingga sekarang (2007-2012). Mungkin karena saya mengikuti seminar Kumpul Penulis Bandung tanggal 16 – 17 Juni 2012 di Aula Rabbani (Dipatiukur Bandung). Karya sastra saya ini berupa puisi. Apakah saya butuh waktu lima tahun untuk menyelesaikannya seperti pelita? Maka simaklah dialog yang mengejutkan ini.

Ini adalah password untuk membuka dialognya (Naon deui? = Apa lagi?)

(Eng…Ing…Eng, Jreng…Jreng….Jreng, Wuusssshhh…., Abdrakadabra…Pinponban…Bibude…Babude…Bo… Apa,sich,Ries….? -_-“ [Stresss,ya] Yali = Ya,kali…. Hahaha, Hihihi, Huhuhu, Hehehe, Hohoho)

Serombongan orang-orang (tiba-tiba datang tak diundang) : “Pelita yang buat menerangi kegelapan itu,Ris?”

Saya (Tercekat kaget hingga hampir menelan satu panci sayur. Lebay,ga,sich?) : “Oh,tentu tidak. Hehehe. Maksud saya pelita yang singkatan dari Pembangunan Lima tahun di masa presiden Soeharto dulu.”

Serombongan orang-orang (langsung manggut bersama) : “Betul itu,Ris.” (Mendadak berubah sikap) “Lho,kita kan mau ngomongin sastra atau sejarah,nih?” (Tersadar tiba-tiba dari rasa menurutnya. [Lho? Bingung bareng-bareng] )

Saya : “Oiya,betul betul betul. (Upin dan Ipin,ya?😀 ) Mau tau alasannya?” (Gayanya udah seperti MC aja. Lho? Kamu membuatku tambah bingung,Ris)

Serombongan orang-orang (berdebar-debar ga karuan kaya nunggu pemenang nomor undian. Dan pemenangnya adalah…[Penonton : Interupsi,moderator. Ini kan bukan acara Alley Cuizine.; Moderator : Oiya,ya. Saya kan ga siaran lagi. Kenapa bisa kebawa suasana? ; Penonton : (Gubrak,pingsan masal)])

Saya : “Kita tanya Galileo” (dalam acara Indosat/Indofood Galileo pada zaman dahulu kala)

Serombongan orang-orang : “Ries… Please dong ah” (menyanyikan lagunya Bondan & Fade to Black ini dari awal hingga akhir) (Merasa dipermainkan. Lho,mau main apa? Main sepakbola,yuk. Ayo-ayo. Naon deui[Apa lagi]? )

Saya : “Oh,maaf,maaf. Saya lagi ga konsen karena semalam nonton sepakbola. (merasa bersalah) Baiklah kita kembali ke laptop.” (Acara ‘Bukan Empat Mata” Mas Tukul Arwana,ya)

Serombongan orang-orang : “Iya,tidak apa-apa,Ries.” (semuanya langsung menyalami saya satu per satu. Yali = Ya,kali…. -_-“ )

“Aapppaaaa… Ada acara laptop si Unyil???? (Laptop Si Unyil, kita belajar bersama… Hahaha😀 )

”Ini tak bisa dilewatkan. Ayo kita nonton bareng acaranya di Stadion Nasional,Warsawa,dalam rangka memeriahkan Euro 2012.” (Langsung berlari maraton ke stadion itu di Polandia. Melintasi daratan,menyebrangi lautan. Jauh amat…. -_-“ Mudah-mudahan ga kesandung atau kelelep,ya. Yali = Ya,kali…. -_-“)

Saya : “Pada kemana tuh orang-orang. Datang tak dijemput,pulang tak diantar” (Mudah-mudahan buakn mantra jaelangkung). “Baiklah ini jawabannya….” (Lanjut mengetik lagi dan jawabannya adalah… Stop,stop itu acara ‘Missing Lyric’. Lanjutkan… (Motto seorang tokoh Indonesia,cari aja di mbah gugel (Google,Ries),ya. Seperti ga ada gawe lain aja.😀😀😀 )

Ya,setelah sekian lamanya kita bersama,eh salah,setelah sekian lamanya dialog drama aneh dan rada-rada unik yang tiba-tiba tampil begitu aja (Kan,kamu yang nulis,Ries? Oiya,saya yang nulis,ya? Eh,eh Koq Gitu Sich, lagunya Indra Bekti feat Dewiq) saya beri jawaban yang pertanyaan “Apakah saya butuh waktu lima tahun untuk menyelesaikan puisi seperti pelita?”

(Monolog atau dialog,Ries? Ini dialog dari pembaca ke penulis,eh kebalik,dari penulis ke pembaca. Ya,terserah kamu,Ries. Saya nonton Euro dulu,ya. Bentar lagi mau mulai. Jadwalnya : Saksikanlah : Euro 2012, Minggu, 17-06-2012, 01:45 Yunani vs Rusia [RCTI atau Global TV] dan Rep. Ceko vs Polandia [Global TV atau RCTI] Jangan lupa sholat tahajud dan tidur yang cukup,ya.🙂🙂🙂🙂

Ya,jawabannya karena assay (eh,assay = uji),maksudnya saya tidak mengerjakan puisi ini selama lima tahun,tetapi merevisi puisi lama tahun 2007 di mana Piala Asia 2007 di 4 negara (Indonesia,Malaysia,Thailand,Vietnam) menjadi puisi baru tahun 2012 di mana aku di sini (ini mah lagunya grup band Naif,atuh),maksudnya di mana Euro atawa Piala Eropa 2012 digelar (karpet,kali) di 2 negara (Polandia dan Ukraina).

Lagunya adalah Endless Summer by Oceana ( Official Video UEFA EURO 2012 ). Bagi yang penasaran,silahkan lagunya diunduh/didengarkan atau videonya ditonton di mbah yutup (youtube,Ries). Atau denger aja di berita seputar Euro. (Kadang-kadang ada,sih. [Ries… Cepetan,dong. -_-“ .Iya,iya,sabar.🙂 ] )

Mengapa saya membuat cerita atau sisipan aneh pada beberapa alinea di atas. Karena saya terinspirasi atau ketularan (sikap menulis kali,Ries) oleh nama seorang teman. Sebut saja dia dengan kode 3 -> 3 (Ada yang bisa nebak,ga? Hehehe. Yali = Ya,kali…. -_-“). Dia kadang membuat cerita atau dialog yang unik, terkadang garing, bermakna dan menginspirasi. (Carinya di mana,Ries? Di status dan notes FBnya,dong,masa di dasar kolam?! Nanti malah kelelep lagi.😀 )

Baiklah cerita atau sisipan aneh yang rada alay atau lebai is mode off dulu,ya.

Ini adalah password untuk menutup dialog yang sangat mendebarkan jantung saat pesawat terbang nyaris crash landing dan terbang kemabli dengan posisi sudut 90 derajat sudut depresi. (Gw yang depresi ngebaca cerita aneh lu,Ries. Oiya,maaf-maaf. Akan segera saya akhiri dengan password di bawah ini)

(Mengapa aku begini…. Jangan kau mempertanyakan… [Ini teh lagunya grup band Naif yang judulnya Posesif. Hehehe. Lumayan supaya orang-orang tidak bertanya lagi apa alasan saya membuat cerita aneh di atas] Ries… -_-“ Maksud,lo?…)

Sekarang waktunya yang rada serius tapi santai. (Itu salah satu quotesnya Aa Gym yang 3S : Santai,Serius,Sukses J ).

Saya menulis note ini karena terinspirasi tulisan editor FLP (Forum Lingkar Pena) bernama Mas Salman Faridi. Berikut ini adalah ulasan tulisannya (dengan revisi yang konstruktif)…

Menulis karena bakat? Ucapan ini sudah lama dibungkam para penulis terkenal. Seperti ucapan Thomas Alfa Edison yang juga sama populer,”Keberhasilan dihasilkan dari 99% kerja keras dan 1% bakat”. Jadi, kentara benar, bila bakat hanya menyisakan sedikit ruang untuk berhasil. Selebihnya, betul-betul bergantung pada kerja keras kita dalam mewujudkannya.

Menulis, mungkin tidak semua orang bisa. Akan tetapi, menulis bukan sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan dan membutuhkan keahlian khusus. Kata kuncinya adalah berani memulai. Oleh sebab itu, menulis pada awalnya tidaklah harus dituntut bagus. Cukup jika kita telah berani mencoba untuk meneruskan gagasan di kepala ke dalam tulisan. Nah, itu sudah bukti jika kita sudah berani memulai. Ternyata semudah itu!

Lalu, apa hubungan antara menulis dengan keberhasilan diri? Mungkin, kita tidak terlalu yakin. Apalagi bila ditekuni sebagai sebuah profesi. Wah, bisa-bisa ditolak calon mertua. Akan tetapi, kisah sukses penulis buku best-seller Harry Potter, JK Rowling, benar-benar membuat kita meleletkan lidah. Ditaksir, kekayaan yang dimilikinya melebihi kekayaan Ratu Elizabeth. Wow, luar biasa, bukan?!

Apakah Rowling pernah mengakui dirinya berbakat menulis? Tidak. Bahkan, bukunya yang terkenal ke seluruh dunia itu, ia tulis dalam masa depresi karena tidak memiliki pekerjaan dan harus menghabiskan belasan jam menulis di sebuah kafev kecil di Inggris. Rowling tidak memulainya dengan bakat, ia memulainya dengan bakat, ia memulainya dengan kesungguhan. Bahkan, mungkin juga terselip di sana kecelakaan yang membawa berkah.

Para penulis yang terkenal ternyata banyak yang tidak punya bakat menulis. Jadi, apa dong yang mereka punya? Mereka memiliki kesungguhan; bahwa :

Menulis itu menyenangkan,
Menulis itu menyembuhkan, dan
Menulis itu merupakan bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan diri.

Jadi, tidak perlu lama-lama untuk menjadi penulis. Ambil buku tulis, pena atau laptop/komputer dan duduk di meja. Lalu, tuliskan atau ketikkan pengalamanku. Hari ini, aku… Selamat! Kamu sudah menjadi penulis.🙂

Berikut ini adalah puisi hasil karya saya (orisinal dan autentik). Saya mengambil tema “Biologi” untuk membuat puisi ini pada edisi perdana di tahun ini. Sebenarnya, saya dulu pernah membuat lebih adri 100 puisi di sebuah buku tulis. Akan tetapi, saya kehilangan buku tulis itu dan rasanya sungguh sedih dan menyakitkan hingga akhirnya saya sadar, mungkin mustahil saya bisa menemukannya lagi di dunia ini. Memang benar ungkapan yang saya baca dari novel kumpulan cerita Islami : Meniti Jalan Cahaya karya Haikal Hira,yaitu :

Kadang kita hidup dengan tuntutan yang seringkali berada di atas kemampuan kita.

2. Kadangkala sesuatu yang kita genggam tak pernah begitu berarti hingga saatnya kita benar-benar kehilangan

Namun,terlepas dari semanis atau sepahit apapun kehidupanku,saya harus tetap bersyukur atas segala kenikmatan atau anugerah dan bersabar dalam menghadapi segala ujian atau cobaan. Itu karena Allah SWT selalu tahu hasil dan segala takdir yang terbaik bagi kita di kehidupan kita di dunia ini agar kita bisa mendapat ridho dan berkah-Nya dan Insya Allah kita bisa masuk ke dalam surga-Nya. Aamiin.

Saya benar-benar memohon maaf atas segala kata-kata dan sikap saya dalam note ini. Saya juga mohon saran dan kritik serta tanggapan teman-teman terhadap keseluruhan note ini. Akhir kata, saya. mengucapkan terimakasih. Keep spirit forever to write everything in the world. Selamat membaca puisi ini.🙂

POHON RAKSASA ITU

Pohon raksasa yang begitu perkasa

Batangmu berdiri tegak dan kuat tertanam

Menjulang tinggi sampai ke awan

Dan seolah menembus langit ke tujuh

Cabang, dahan, dan rantingmu menyebar luas

Begitu memanjang dan menyebar serentak

Rimbunan daun dengan setia melekatimu

Dan mengurung tempat itu bagai kelambu

Daun-daunmu begitu tak terhingga

Tak seorang pun berani menghitungnya

Ketika angin datang bertiup mesra

Begitu lembut jatuh berguguran

Akar-akarmu menancap kuat

Terus menembus kedalaman bumi

Mengambil air dan zat makanan

Yang kau perlukan agar tetap hidup

Bunga-bungamu mekar sempurna

Terlalu indah dan penuh warna

Yang menghiasi luasnya alam ini

Karya Allah Yang Maha Esa

Buah-buah yang dihasilkan olehmu

Menjadi makanan bagi kami

Itulah hasil penyerbukan dan pembuahan

Oleh serangga, angin, hewan, dan sebagainya

Udara segar berupa oksigen yang dihasilkan

Olehmu dari proses fotosintesis

Yang menyaring zat asam arang

Adalah sisa dari pernapasan kami

Engkau adalah salah satu ciptaan Allah

Membawa berkah dan tanda kuasa-Nya

Yang vital menopang kehidupan kami

Sebagai umat manusia di muka bumi

Rasa syukur yang tercurah dari kami

Kepada Allah Yang Maha Pencipta

Atas terciptanya engkau itu, pohon raksasa

Tak pernah mampu seimbang membalas cinta-Nya

Bandung, ( 04 Desember 2007 dan diedit serta diudate lagi 16 Juni 2012)

Di buku latihan bahasa Indonesia kelas 3 SMA dan di komputer

Oleh : Isfandito, A.R. (Umur 17 tahun dan 22 tahun)

NB : Mari kunjungi weblog saya di https://arieslenterajiwaku.wordpress.com/ , add saya di FB dengan mencari nama lengkap saya di FB, dan follow twitter saya di @aris_fandito22 Terimakasih.🙂

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirrabilalamin.

Daftar Pustaka :

Faridi, Salman. 2003. Proses Kreatif Penulis Hebat. Bandung : Mizan Media Utama (MMU). Halaman : 7-8

Hira, Haikal. 2004. Kumpulan Cerita Islami : Meniti Jalan Cahaya. Bandung : Mizan Media Utama (MMU). Halaman : 156

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s