BAYANGAN GERHANA BULAN : Bagian 7 (Perpisahan yang tiba-tiba)


berpisah

Perpisahan

 

Kami masing-masing berdoa di dalam hati,

“Ya,Allah. Ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihiku sewaktu kecil. Lapangkanlah kuburnya jadikanlah kuburnya sebagi taman surga dan bukan lembah neraka serta tempatkanlah mereka berdua di tempat yang layak di sisi-Mu. Aamiin.”

Selesai berdoa, rupanya firasat burukku kembali lagi. Aku melihat gerhana bulan dan bayangannya yang sudah tinggal setengahnya. Dan sebelum aku menyadari apa yang akan terjadi,tiba-tiba ada sebuah bis dari arah yang berlawanan yang oleng dan menabrak mobil kami. Tingginya kecepatan kedua kendaraan mengakibatkan terjadinya kecelakaan yang berat. Mobil kami terlempar ke udara,berputar-putar beberapa kali, dan terbalik di jalanan. Orang-orang di sekitar tempat kejadian langsung beramai-ramai menolong kami. Sedangkan bis yang oleng tadi lalu tetap melaju tak terkendali dan menabrak sebuah pom bensin yang berada tak jauh dari sana . Akibatnya terjadilah kebakaran besar di sana dan menimbulkan banyak korban jiwa karena padatnya penumpang dalam bis itu dan lumayan banyak kendaraan yang mengisi bahan bakar. Orang-orang pun menjadi bertambah panik dan berusaha memadamkan kebakaran dan menyelamatkan korban. Suasana bertambah mencekam pada malam itu di bawah bayangan gerhana bulan.

Aku dengan susah payah berhasil dikeluarkan oleh orang-orang dari mobilku yang sudah ringsek dan rusak berat itu. Keadaanku sangat memprihatinkan. Kepalaku mengalami pendarahan, kaki kananku dan kaki kiriku patah, sekujur tubuhku luka berat, dan tulang iga dan rusukku mengalami keretakan. Namun,aku masih memiliki sedikit kesadaran. Rasanya badanku sakit luar biasa. Aku sempat melirik ke arah kakakku dan berharap supaya ia dapat diselamatkan juga. Namun,rupanya tubuh kakakku sulit dikeluarkan karena badan dan kakinya terjepit di antara komponen mobil yang sudah rusak. Aku masih berada di dekat mobil itu dan tiba-tiba mencium bau bensin yang tumpah dari tangki bensin yang bocor. Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang lebih buruk akan terjadi.

“Ayo kita bawa orang ini dulu ke rumah sakit. Itu ambulansnya sudah datang”,ajak salah seorang bapak tua yang mengeluarkanku tadi.

“Baiklah. Ayo cepat”,sambut sekelompok pemuda yang tadi ikut membantu.

Ketika aku sedang digotong menuju ambulans, tiba-tiba muncul bola-bola api dari arah kebakaran pom bensin yang jaraknya juga dekat dengan mobilku itu. Orang-orang langsung berlari-lari panik untuk menghindarinya. Rupanya itu adalah zat-zat kimia padat dan cair yang mudah terbakar dan langsung terlontar keluar bila terkena api. Aku yang dibawa terburu-buru masih melihat kakakku yang sudah sebagian dikeluarkan dari mobil oleh orang-orang. Namun, bola-bola api itu juga menuju ke arah mobilku dan langsung membakar mobilku karena membakar bensin yang bocor dan menguap darinya.

“Tiiiddddakkkk…”,teriakku yang tercekat di tenggorokan karena lemah dan parahnya lukaku. Kakakku juga terbakar. Begitu juga dengan orang-orang yang tidak sempat menyelamatkan diri. Orang-orang berusaha menyelamatkan kakakku dan oran-orang itu dan memadamkan apinya, namun bola-bola api juga semakin ganas menyambar. Kakakku tidak bisa dikeluarkan dari mobil karena sebagian tubuhnya masih terjepit pada mobil. Tubuhnya terbakar habis. Sangat kecil peluangnya untuk masih atau tetap hidup. Kakakku langsung meninggal dunia  setelahnya.

Aku hanya bisa menangis dan bersedih melihat hal itu,lalu aku pun pingsan karena kesadaranku hilang dan luka-lukaku semakin parah menggerogotiku. Perpisahan yang tiba-tiba ini membuatku harus kehilangan kakakku untuk selamanya di dunia ini.

Aku seperti tertidur sangat lama selama perawatan di ruang ICU dan mimpiku seperti déjà vu. Aku seperti melihat langsung kronologis ayah, ibu, dan kakakku dalam mimpiku. Benar-benar saat yang berat dan menyiksa selama aku koma dan berjuang antara hidup dan mati. Tiba-tiba saja ruhku seperti ingin meninggalkan tubuhku dan aku sempat melihat bayangan malaikat maut. Apakah aku akan mati juga menyusul mereka bertiga ke alam baka?

(Bersambung)

Cerita ini hanya fiktif semata. Bila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian di dalamnya, itu hanya kebetulan belaka.

Kamar rumah (Bandung), 31 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s