BAYANGAN GERHANA BULAN : Bagian 5 (Ngebut di Malam Minggu)


mobil

Mobil ngebut

 

Aku melirik jam tanganku. Wah,rupanya sekarang sudah jam 21.45. Aku terkejut melihatnya. Langsung saja kusuruh kakakku memacu mobilnya.

“Ayo,Kak. Cepetan pacu mobilnya. Waktunya tinggal 15 menit lagi.”

“Yang bener,San? Oke,pegangan yang kuat,ya. Kita akan ngebut,nih.” Kak Rio pun langsung men-starter mobil dan langsung memacu mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi. Aku pun langsung jantungan berada  di dalam mobil ini. Kulirik jarum speedometermobilku. Wow,kecepatannya sudah di atas 125 km/jam. Aku kaget dibuatnya. Sebenarnya,kakakku ini mau mengendarai mobil dengan normal atau balapan F1,sih? Begitu pikirku.

Sementara itu, aku melihat gerhana bulan yang sudah tinggal dua pertiganya. Gerhana bulan itu pun terus mengikuti kami dengan kecepatan tinggi. Mungkin ini sama dengan hukum kecepatan relatif atau semu yang ku pelajari selama sekolah dan kuliah dulu.

“Sebenarnya Kakak mau bercerita tentang apa seputar mitos bayangan bulan itu?.” Aku memulai pembicaraan.

Kakakku terlihat berpikir sejenak. Ku dengar napasnya mendesah berat seolah-olah melepaskan segenap beban yang berat dari dalam dirinya. Kakakku akan bercerita sambil mengemudikan mobil dengan ngebut. Untunglah,kakakku memiliki kemapuan mengemudi yang baik dan handal serta memiliki tingkat konsentrasi dan naluri mengemudi yang tinggi. Ditambah lagi, jalan arteri di daerah ini tidak terlalu ramai dengan kendaraan bermotor karena ini malam minggu.

Pada malam minggu, mungkin saja kebanyakan orang sekarang sedang menghabiskan waktunya di mall, supermarket, restoran, warnet, bioskop, dan tempat-tempat yang biasa buka pada malam mingguan ini. Bahkan,mungkin ada juga yang hanya sekedar bersantai di rumah atau kosan bersama dengan keluarga atau sahabat masing-masing.

“Baiklah. Kakak akan segera menceritakannya. Apakah kamu siap mendengarnya,San?”

“Saya siap mendengarnya,Kak.”

“Oke,begini jalan ceritanya…”

(Bersambung)

Cerita ini hanya fiktif semata. Bila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian di dalamnya, itu hanya kebetulan belaka.

Kamar rumah (Bandung), 30 Mei 2012

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s