BAYANGAN GERHANA BULAN : Bagian 4 (Kejadian Tak Terduga)


kucing

Kucing-kucing

 

Mendengar pertanyaanku tentang malapetaka bayangan gerhana bulan itu,Kak Rio langsung tercekat kaget. Tanpa sadar,dia menginjak pedal rem sehingga mobil kami berhenti mendadak. Badan kami pun terdorong ke depan dan hampir membentur kaca depan mobil. Untunglah kami berdua mengenakan seatbelt sehingga kami tetap tertahan di kursi depan mobil dan selamat dari kecelakaan. Namun,tangan kanan Kak Rio secara tidak sengaja menekan tombol klakson pada kemudi mobil sehingga klakson mobil pun berbunyi nyaring.

“DIINNN…. DIINNNN….”

Dan rupanya suara tak terduga pun juga terdengar. Suasana yang tadinya sepi, berubah menjadi hiruk-pikuk yang tidak diharapkan.

“MEEOONNNGGGG…..” “MIIIAAAWWWW….” “GRRAAAOOOOWWWW….”

Suara kucing. Kenapa banyak amat,ya? Aku berpikir,sedangkan kakakku masih shock.

Saat kulihat di kaca depan, ku lihat segerombolan kucing lari terbirit-birit ke arah gang yang sempit dan gelap. Rupanya mereka terkejut saat mendengar bunyi mobil berhenti dan juga oleh bunyi klakson mobil. Sebelumnya mereka sedang asyik tidur malam hari ini dan rupanya kami sudah mengganggu kenyamanan mereka. Aku memprediksinya dari bekas kardus yang hampir tertabrak mobil kami. Biasanya tempat itu dijadikan sebagai tempat tidur. Berbicara tentang kucing, jumlah kucing yang kabur tadi ada sekitar sepuluh ekor kucing atau lebih. Ada anak-anak kucing,bapak kucing,ibu kucing,nenek kucing,kakek kucing,…. Stop… stop… Nanti bisa-bisa sampai nyebutin kakek-nenek buyut kucing, leluhur kucing, sampai nenek moyang kucing. Oiya,nenek moyang kucing itu seperti apa,ya? Lho,lho,lho,kenapa aku jadi berpikir seperti itu? Oke,kembali ke realita malam ini.

“Kenapa,Kakak injak gas remnya? Apa Kakak kaget mendengar pertanyaanku tadi? Jadinya,kita tadi hampir menabrak sekelompok kucing,kan.”, protesku tak tertahankan.

“Iya,Kakak minta maaf. Habis,pertanyaanmu mengejutkan,sih.” Kak Rio menanggapi.

“Oke,ga papa,Kak. Aku juga minta maaf. Tapi,kenapa Kakak begitu terkejut?”,tanyaku.

“Iya,ga papa. Santai aja. Nanti akan Kakak jawab saat kita melanjutkan perjalanan. Oke?”Kak Rio menjawabnya.

“Oke,Kak.”Aku menyetujuinya.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami berdoa kepada Allah supaya diberikan keselamatan selama perjalanan dan tiba di tujuan dengan selamat, serta tidak mengalami kejadian tak terduga seperti tadi. Setelah selesai berdoa, kami pun bersiap-siap melanjutkan perjalanan.  Sesaat,aku melihat gerhana bulan dan bayangannya yang masih terpaku dan menatap kami di sini.

(Bersambung)

Cerita ini hanya fiktif semata. Bila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian di dalamnya, itu hanya kebetulan belaka.

Kamar rumah (Bandung), 30 Mei 2012

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s