BAYANGAN GERHANA BULAN : Bagian 3 (Sains Gerhana Bulan)


 

Di dalam mobil, aku dan kakakku terus mengobrol sepanjang perjalanan. Namun, tetap saja bayangan gerhana bulan itu terus mengusikku. Rasa penasaran dan gelisah ini benar-benar mengganggu pikiranku. Bahkan,kedua hal itu terus memukul-mukul perasaanku. Akhirnya,aku bertanya kepada kakakku.

“Ada apa dengan gerhana bulan itu,Kak?”,tanyaku penasaran kepada Kak Rio.

“Maksudmu,San?”. Kak Rio balik bertanya.

“Ya,maksudku proses terjadinya.” Aku menjabarkan pertanyaanku.

Mendengar itu, kakakku mengerutkan kening sejenak. Ciri khasnya kalau sedang berpikir. Aku bersiap menyimak penjelasannya.

“Hm,begini,San. Bagian bulan yang terkena sinar matahari ketika mengelilingi bumi, selalu berubah jika dilihat dari bumi. Bulan terlihat seolah-olah mengembang dan menyusut,sedangkan bagian yang tidak tertutup oleh bayangan. Baik bumi maupun bulan tertutup oleh bayangan panjang berbentuk topi yang runcing. Pada waktu bulan yang mengelilingi bumi memasuki bayangan bumi, terjadilah gerhana bulan. Matahari, bumi, dan bulan berderet di antara garis-garis yang sejajar secara berurutan”, jawab Kak Rio sambil menjelaskan.

“Wuuiihhh,panjang amat,Kak. Tapi,oh,begitu”, tanggapku manggut-manggut.

“Oleh karena itu,gerhana bulan hanya terjadi pada waktu bulan purnama,San.” tambah Kak Rio. “Gimana? Kamu mengerti sekarang,San?”,tanya Kak Rio memastikan.

“Saya ngerti,Kak. Terimakasih atas penjelasannya.”, jawabku memastikan.

“Iya,sama-sama,San”,kata Kak Rio.

“Tapi…,” Tiba-tiba aku menjadi gelisah dan takut karena adanya bayangan gerhana bulan sebagai firasat akan terjadinya suatu tragedi pada malam hari ini.

“Kenapa,San? Kenapa kata-katamu terpotong? Apa ada yang bisa Kakak bantu?” tanya Kak Rio penasaran.

Dengan setengah takut dan setengah berani, aku mengutarakannya kepada Kak Rio.

“Tapi apa Kakak tidak merasa bahwa gerhana bulan dan bayangannya pada malam ini akan membawa malapetaka?”, tanyaku. Aku tak tahu bahwa kejadian tak terduga akan terjadi sebentar lagi.

(Bersambung)

Cerita ini hanya fiktif semata. Bila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian di dalamnya, itu hanya kebetulan belaka.

Kamar rumah (Bandung), 30 Mei 2012

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s