BAYANGAN GERHANA BULAN : Bagian 1 (Firasat yang buruk)


gerhana bulan

gerhana bulan total

 

Malam ini begitu dingin. Sedingin hatiku yang telah membeku. Tubuhku pun menjadi menjadi menggigil karenanya. Bahkan,jaket tebal yang ku pakai sekarang seperti kewalahan menjaga kehangatan untuk betah di tubuhku ini. Aku segera mengambil selimut yang ada di atas kasur tempat tidurku untuk menyelimuti tubuhku. Kemudian, aku meminum seteguk kopi cokelat hangat yang berwadahkan gelas keramik tua. Aku menghela napas sejenak untuk mengurangi rasa lelah tubuhku setelah seharian bekerja di sebuah kantor pemerintahan di kota besar ini.

Aku segera beranjak dari tempat tidurku tadi dan menuju ke arah jendela. Setelah tiba di sana, aku segera  menyibak gorden jendela tersebut dan langsung melihat ke luar. Di luar sana, pemandangan langit malam begitu indah. Lautan bintang seolah berbaris menambah semaraknya langit mala mini. Namun, aku tercekat kaget ketika melihat ke arah bulan.

“Ada apa dengan bulan itu?”,  hatiku bertanya-tanya.

Sesaat kemudian, aku baru mengerti tentang hal itu. Rupanya bulan itu sedang mengalami gerhana. Ya,tepatnya gerhana bulan. Aku pun terdiam mengagumi fenomena alam itu. Sungguh indah dipandang mata, namun tidak menarik untuk dipandang hati. Begitulah kira-kira isi pikiranku. Ketika berbalik badan, aku melihat bayangan gerhana bulan menimpa kamarku. Rasanya semakin gelap kamarku ini. Namun, mengapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak begini? Keringat dingin mulai bercucuran deras dari kepala dan tubuhku. Firasatku berkata bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi lagi. Seperti waktu yang diputar balik dan menyajikan kenangan yang pahit seperti nyata.

Tiba-tiba tubuhku juga terasa semakin lunglai. Dengan segera aku menarik kursi yang ada di dekatku. Tubuhku pun tertopang tepat pada waktunya. Sekali lagi, ku lihat gerhana bulan itu di luar jendela dan juga bayangannya di kamarku. Sepertinya hatiku benar-benar menjadi kelabu melihatnya. Aku seperti tersedot pada kenyataan masa lalu. Ya,masa lalu.

Tanpa sadar, aku berpikir tentang masa lalu itu. Masa lalu yang sangat kelam. Masa lalu yang membuat hidupku dahulu menjadi berantakan. Masa lalu yang selalu menghantui kehidupanku. Masa lalu yang sebenarnya ingin ku lupakan, namun ternyata tak pernah bisa. Hal itu seolah melebur dan mendarah daging dalam diriku selama aku masih hidup di dunia ini. Entah sampai kapan hal ini akan berakhir.

“Sebenarnya ada apa dengan gerhana bulan itu?”, tanyaku heran. Namun, tanyaku tiada terjawab. Rupanya rasa kantukku tidak tertahankan. Aku pun tertidur di kursi dekat jendela. Gerhana bulan dan bayangannya masih terus terjadi dan seolah menatap diriku dengan wajah yang sendu. Bahkan hal itu terus terbawa dalam mimpiku. Seolah menandakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada malam itu.

(Bersambung)

Cerita ini hanya fiktif semata. Bila ada kesamaan nama tokoh dan kejadian di dalamnya, itu hanya kebetulan belaka.

Kamar rumah (Bandung), 29 Mei 2012

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s