Bila hidup itu cermin…


Bercermin

Bercermin pada kehidupan

 

Aslm., Teman-teman. Saya dapat note ini dari seorang teman saya. Mudah2an bisa bermanfaat bagi semuanya. Bila ada kesalahan dalam kata2 dan dalam note ini, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas perhatiannya, saya mengucapkan terimakasih. Waslm.

Bila hidup itu cermin…

Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahwa kehidupan itu adalah sosok kita

Atau… sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan

Maka,

Bila hidup itu cermin…

Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan dirinya pada-Nya

Bila hidup itu cermin…

Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya agar kita mengetahui dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu

Namun, sayang…

Kita sering menganggap bahwa hidup itu adalah cermin cembung yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan kelebihan yang kita miliki

Atau kita sering menganggap bahwa hidup itu cermin cekung yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya

Dan menganggap cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan

Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah dialami,

baik yang memalukan maupun yang menyenangkan adalah cerminan diri kita yang tak sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata

Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam di wajah dengan jelas dan pelan-pelan mulai menutupinya dengan bedak atau sekedar lotion,

bukankah itu lebih mudah?

Berapa kali kita becermin utnuk sekedar memperindah penampilan jasad?

Namun,

Ketika itu, sudahkah kita becermin dengan kehidupan, menutupi kesalahan dengan amal sholeh yang kita perbuat dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-Nya seperti yang tiap hari kita lakukan

Sudahkah?

Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melaui cermin kehidupan yang ada di depan mata?

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s